Hingga Pertengahan September, Pertamina Belum Tutup Sumur Bocor ONWJ

Penulis: Ratna Iskana

18/9/2019, 16.34 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan masalah tumpahan minyak bisa selesai pada September 2019.

Pertamina, Blok ONWJ
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Tumpahan minyak Pertamina ONWJ yang bocor di tengah Laut Pasir Putih, Karawang, Jawa Barat (20/8).

Pertamina Hulu Energi terus berjibaku dengan tumpahan minyak dari sumur YYA Blok Offshore North West Java (ONWJ). Hingga kini, sumur  bocor yang menumpahkan minyak hingga ke pesisir pantai Karawang, Kepulauan Seribu, dan Bekasi tersebut belum juga ditutup.

Vice President Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya menjelaskan, pihaknya terus berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menangani kebocoran sumur Blok ONWJ. Dengan begitu, upaya penanganan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Kami terus berkordinasi dengan berbagai pihak dan memberikan update informasi data yang diperlukan sesuai dengan prosedur. Karena itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu penanganan ini,” ujar Ifki dalam keterangan tertulis pada Rabu (18/9)..

(Baca: Petaka Tumpahan Minyak, Laut Jawa Tercemar)

Pertamina pun mengklaim telah memprioritaskan penanganan kebocoran sumur migas tersebut melalui tiga aspek, yaitu pengendalian sumur, penanganan di laut dan penanganan di darat.  Ifki juga menyampaikan, informasi dan data selalu dilakukan secara berkala dan terbuka sesuai dengan prosedur baik melalui media massa maupun media informasi korporat seperti website.

“Kami terus menyampaikan update harian mengenai penanganan peristiwa ini melalui website phe.pertamina.com. Dari website tersebut, masyarakat umum dapat mengakses langsung data dan informasi yang sudah disediakan. Hal itu diluar informasi yang juga kami sampaikan melalui media massa sehingga jangkauannya lebih luas,” ujarnya.  

Hingga 17 September 2019, Pertamina mencatat pengeboran untuk menutup sumur YYA secara permanen sudah mencapai kedalaman 1.724 meter dari target 2.765 meter. Proses pengeboran menggunakan trayek lubang 12-1/4" dengan metode rangling .

Untuk penanganan di laut, Pertamina melokalisir tumpahan minyak menggunakan oil boom static dan moveable sepanjang 9.100 meter. Selain itu, ada tujuh unit oil skimmer/ oil recovery machine untuk menyedot tumpahan minyak dan 46 unit kapal pendukung.

Untuk penanganan di pesisir pantai, Pertamina memasang 10.385 meter shoreline oil boom untuk menjaga pesisir pantai dan muara sungai di area Karawang, Kepulauan Seribu dan Bekasi. Perusahaan plat merah tersebut juga melakukan pembersihan tumpahan minyak di desa terdampak.

(Baca: Menyusuri Kerusakan Lingkungan Akibat Tumpahan Minyak ONWJ)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan