Moeldoko: Banyak Negara Gagal Karena Tidak Mampu Menjaga Stabilitas

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Happy Fajrian

18/9/2019, 13.48 WIB

Moeldoko meminta agar masyarakat tidak terganggu kalau pemerintah bicara atas nama stabilitas.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, negara gagal, stabilitas
Antara
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan ada banyak negara gagal karena tidak bisa menjaga stabilitas dalam negerinya. Oleh karena itu dia meminta agar masyarakat tidak mempermasalahkan upaya negara menjaga stabilitas.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai penjagaan stabilitas dalam suatu negara merupakan hal yang penting. Menurut Moeldoko, akan sulit mengelola suatu negara tanpa bisa menjaga stabilitas.

Menurut Moeldoko, banyak negara-negara yang gagal di tengah jalan karena tidak bisa menjaga stabilitas. Dia mencontohkan beberapa negara tersebut, seperti Mesir, Suriah, dan Irak.

Pasalnya, Moeldoko menilai tidak akan ada orang yang bahagia di suatu negara jika stabilitas tidak dijaga. "Semua orang menderita, the point of no return," kata Moeldoko dalam Forum Titik Temu di Hotel DoubleTree by Hilton, Jakarta, Rabu (18/9).

(Baca: Stabilitas Ekonomi, Prasyarat Memacu Pertumbuhan)

Moeldoko mengatakan, stabilitas dapat terancam ketika demokrasi diberikan ruang sebebas-bebasnya. Menurutnya, masyarakat dapat berlaku anarkis jika ruang demokrasi terlalu bebas.

Padahal, Moeldoko menilai anarkisme tak sama dengan demokrasi. "Jangan dengan jubah demokrasi, orang-orang bisa melakukan apapun," ucapnya.

Karenanya, Moeldoko meminta masyarakat tidak mempermasalahkan jika pemerintah melakukan penjagaan stabilitas. Moeldoko menilai pemerintah menjaga stabilitas itu agar Indonesia tidak menjadi negara gagal. "Jadi kalau nanti kami berbicara atas nama stabilitas, mohon tidak terganggu," kata dia.

(Baca: Gonta-Ganti Pejabat di Ujung Masa Pemerintahan)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan