Pasokan Minyak di Arab Pulih, Rupiah Menguat ke 14.078 per Dolar AS

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Happy Fajrian

18/9/2019, 09.21 WIB

Kerajaan Arab Saudi menyatakan pemulihan produksi minyak pascaserangan akhir pekan lalu lebih cepat dari prediksi sebelumnya.

nilai tukar rupiah, dolar as
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pagi ini rupiah menguat 0,15% terhadap dolar AS menjadi Rp 14.078 per dolar.

Nilai tukar rupiah kembali menguat pada pembukaan pasar spot perdagangan, Rabu (18/9) pagi . Mengutip Bloomberg, rupiah ditransaksikan naik 0,15% ke level Rp 14.078 per dolar AS dibanding penutupan Selasa kemarin sebesar 14.100 per dolar AS.

Tak hanya mata uang Garuda, mayoritas mata uang Asia turut mengalami penguatan dibanding dolar AS. Dolar Taiwan naik 0,06%, won Korea Selatan 0,1%, peso Filipina 0,1%, ringgit Malaysia 0,09%, dan baht Thailand 0,03%.

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengungkapkan, penguatan rupiah pagi ini merupakan dampak dari pernyataan Kementerian Energi Arab Saudi, Selasa malam. "Mereka mengatakan bahwa pemulihan produksi minyak mungkin bisa lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya," katanya kepada Katadata.co.id, Selasa (18/9).

(Baca: Rupiah Melemah Kembali Sentuh Level 14.100 per Dolar AS)

Sehingga, pernyataan tersebut mendorong harga minyak mentah turun dari kisaran US$62 ke kisaran US$59. Ariston menilai, penurunan harga minyak ini memberikan keuntungan untuk rupiah. "Rupiah bisa terus menguat terhadap mata uang Paman Sam dibandingkan kemarin," ujarnya.

Selain isu di atas, pasar juga sedang menunggu keputusan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Sebagaimana diketahui, Fed akan merilis arah kebijakan moneternya pada Kamis (19/9) dini hari. 

Menurut Ariston, sebagian besar pelaku pasar memperkirakan Fed akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps). Namun, pasar lebih menunggu pernyataan Gubernur Fed Jerome Powell pasca pengumuman mengenai outlook kebijakan moneter ke depan. 

Sentimen The Fed mungkin bisa mendorong pergerakan rupiah dalam konsolidasi. Adapun Ariston memproyeksikan nilai tukar rupiah berpotensi bergerak di antara Rp 14.040 - 14.080 per dolar AS hingga penutupan hari ini.

(Baca: Serangan ke Kilang Minyak Saudi Lemahkan Rupiah Jadi 13.996 / Dolar AS)

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan