300 E-Warong Siluman Bisa Cairkan Bantuan Non-Tunai, Ada Tambal Ban

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

23/9/2019, 15.43 WIB

"Penyalur kerja sama dengan e-warong siluman. Tambal ban saja bisa salurkan BPNT. Gimana ceritanya?" kata Dirut Perum Bulog Budi Waseso.

Bulog sebut ada 300 e-warong siluman cairkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
TRISNADI I ANTARA FOTO
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (tengah) melakukan pengecekan e-Warong di Kampung Kemasan, Kelurahan Blotok, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (5/2/2017).

Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso mengatakan ada 300 e-warong siluman yang bisa mencairkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). E-warong siluman tersebut termasuk tukang tambal ban.

"Penyalur kerja sama dengan e-warong siluman. Tambal ban saja bisa salurkan BPNT. Gimana ceritanya?" kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (23/9).

Budi menyatakan e-warong siluman tersebut tidak berizin dan tidak jelas kredibilitasnya. Adapun e-warong sejatinya hanya bisa mencairkan BPNT untuk pembelian bahan pangan pokok, sesuai ketentuan.

(Baca: Buwas akan Pecat Karyawan yang Terlibat Pemalsuan Beras BPNT)

Sejauh ini, Bulog mencatat terdapat 3 ribu e-warong di seluruh Indonesia, yang terdiri dari warung, toko kelontong, warung desa, Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjual bahan pangan, atau usaha eceran lainnya.

E-warong ditentukan oleh Kementerian Sosial sebagai tempat pencairan, penukaran dan pembelian bahan pangan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT. E-warong bekerja sama dengan bank penyalur BPNT, serta pemasok.

Menurut perhitungan Budi, kerja sama e-warong dengan pemasok telah menguntungkan pemasok hingga Rp 9 miliar per bulan.

(Baca: Buwas Sebut Penyalur Untung Rp 9 Miliar dari Beras BPNT Palsu)

Ke depan, Budi berharap ada pembenahan sistem dari tata niaga BPNT tersebut. Hal ini dilakukan dengan membagi tugas pada masing-masing kementerian/lembaga, misalnya Kementerian Keuangan menangani bagian keuangannya, sedangkan Bulog bertugas menyalurkan beras BPNT.

"Jangan diberikan uangnya ke Bulog, nanti uangnya jadi hantu," ujar dia.

Selain itu, ia berharap KPM juga dapat mendapat kiriman langsung stok bantuan pangan ke rumah, sehingga tidak ada penyimpangan penyaluran. Seiring ide tersebut, ia mengharapkan perbaikan kemasan beras bantuan sehingga tidak ada kutu dalam beras.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan