Kerusuhan di Wamena, Jokowi Minta Masyarakat Tak Percaya Hoaks

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ameidyo Daud

23/9/2019, 20.47 WIB

Jokowi menyebut rusuh dipicu kabar bohong di media sosial soal guru yang mengeluarkan kata-kata bernada rasis.

Jokowi, Rusuh Papua, Hoaks.
Katadata/Donang Wahyu
Terkait rusuh Wamena, Senin (23/9), Presiden Jokowi meminta masyarakat tak percaya hoaks.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tidak langsung percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Menurut Presiden, verifikasi sebuah kabar harus dilakukan terlebih dahulu untuk mencegah kerusuhan.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi terkait kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, hari Senin (23/9) pagi. Jokowi menyebut rusuh dipicu kabar bohong di media sosial soal guru yang mengeluarkan kata-kata bernada rasis.

"Isu anarkis ini dimulai dan berkembang karena adanya berita hoaks," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9).

(Baca: Rusuh di Jayapura, Satu Anggota TNI Meninggal Dunia)

Jokowi mengatakan jika berita bohong tak ditangkal, maka stabilitas keamanan dan politik akan terganggu. Lebih lanjut, Kepala Negara meminta tak ada lagi fasilitas umum yang dirusak lantaran milik bersama. 

"Jangan sampai ada kerusakan yang diakibatkan anarkisme," kata dia.

Secara terpisah, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menuding ada pihak yang sengaja memprovokasi kerusuhan di Wamena. Hal tersebut dilakukan agar kasus di Papua disorot dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-bangsa di New York, Amerika Serikat.

Moeldoko juga mengatakan, provokator kerusuhan di Wamena ada yang berasal dari dalam negeri. "Tetapi ada indikasi provokasi asing,”kata Moeldoko.

Atas dasar itu, dia meminta semua pihak tenang dan menahan diri. Moeldoko juga meminta aparat bertindak secara proporsional dan profesonal. Aparat, kata dia, tak boleh melakukan tindakan represif ketika mengamankan kerusuhan.

"Jangan sampai penyelesaian itu membangun emosi yang pada akhirnya aparat-aparat melakukan tindakan yang tidak diinginkan," ujar Moeldoko.

(Baca: Rusuh Terjadi di Wamena, Bandara Setop Operasi)

Aksi massa di Wamena sebelumnya diketahui berlangsung anarkis. Melansir Kompas.com, kerusuhan mengakibatkan 16 warga sipil meninggal dunia dan 65 orang lainnya luka-luka. Sejumlah bangunan di Wamena juga dibakar massa dalam kerusuhan itu. Otoritas pun telah menutup Bandara Wamena sejak pukul 10.30 WIT.

 

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan