Rusuh di Jayapura, Satu Anggota TNI Meninggal Dunia

Penulis: Ameidyo Daud

23/9/2019, 16.53 WIB

Prajurit bernama Praka Zulkifli dari Yonif 751/Raider meninggal karena luka bacok di kepala.

TNI, rusuh papua, meninggal.
ANTARA FOTO/ZABUR KARURU
Puing bangunan sisa kerusuhan di Jayapura pada Kamis (29/8/2019). Rusuh kembali terjadi pada Senin (23/9) dan memakan korban tewas seorang personil TNI bernama Praka Zulkifli,

Satu prajurit TNI yakni Praka Zulkifli dari Yonif 751/Raider gugur akibat amuk massa di Expo Waena, Jayapura, Senin (23/9).  Zulkifli meninggal dunia akibat luka bacok ketika mengemudikan truk pengangkut aparat 

Zulkifli terkena sabetan senjata tajam di kepala bagian belakang ketika kerusuhan terjadi pukul 11.00 WIT. Meski sempat dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara, pendarahan hebat membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan.  “Pukul 12.30 dinyatakan meninggal. Rencana pemakaman dikoordinasikan Danyonif 751/Raider,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto di Jayapura, Senin (23/9).

(Baca: DPR Minta Jokowi Evaluasi Pengerahan Personel TNI-Polri di Papua)

Eko menjelaskan Zulkifli saat itu menjalankan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke Polda Papua. Dia saat itu ikut mengawal massa dengan mengemudikan truk untuk menggiring massa ke arah Expo Waena dari arah Universitas Cenderawasih. Namun massa malah memprovokasi masyarakat untuk merusak berbagai fasilitas umum.

Stibanya di Expo Waena, Eko menjelaskan, massa malah menyerang aparat. Salah satu yang jadi korban adalah Zulkifli yang sedang beristirahat usai mengemudi. 

Aparat menyatakan Aliansi Mahasiswa Papua yang menggerakkan aksi ini. Namun Ketua Umum Komite Pusat AMP Jhon Gobai membantah rusuh dilakukan pihaknya, karena tidak berencana menggelar demonstrasi apapun pada hari ini. "Kami minta Kodam XVII Cenderawasih meralat pernyataannya karena menyesatkan publik," kata Jhon dalam keterangan resminya, Senin (23/9). 

(Baca: Rusuh Terjadi di Wamena, Bandara Setop Operasi)

Selain  Jayapura, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya yakni Wamena juga memanas lantaran massa membakar sejumlah bangunan. Bahkan otoritas telah menutup Bandara Wamena sejak pukul 10.30 WIT. ”Masih chaos,” kata Kapolres Jayawijaya AKBP Toni Ananda Toni, Senin (23/9). 

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan