Mahasiswa Korban Tembakan Gas Air Mata Dirawat di Rumah Sakit

Penulis: Fahmi Ramadhan

Editor: Yuliawati

24/9/2019, 20.41 WIB

Aparat berupaya membubarkan demonstrasi menggunakan gas airmata dan meriam air.

Sekitar belasan mahasiswa korban tembakan gas air mata dalam kericuhan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Mintohardjo Jakarta Pusat, Selasa malam. Mahasiswa yang terluka mendapatkan bantuan dari relawan yang mengantarkan dengan ambulans ke rumah sakit.

"Saya dikirim ke rumah sakit sekitar jam 17.30 WIB. Setelah bahu kanan saya terkena selongsong gas air mata polisi," kata korban, Muhammad Noval (22), seperti dikutip dari Antara.
 
Noval menyebut sekitar belasan mahasiswa yang juga mengalami kejadian serupa, saat ini dalam perawatan intensif tim dokter.

(Baca: Pedemo Tolak Revisi KUHP Lempari Batu dan Bom Molotov ke Arah Polisi)
 
Noval berbaring lemas di ruang lobi URJ-A setelah dievakuasi petugas dari ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta usai kericuhan blokade jalan sekitar pukul 16.30 WIB. "Kronologinya saya dilempar gas air mata. Mata saya pedih banget terus setengah sadar dibawa petugas," katanya.
 
Mahasiswa Universitas Indraprasta jurusan Informatika itu menyatakan terkena selongsong peluru gas air mata dari jarak sekitar lima meter saat aparat berupaya membubarkan massa dari Jalan Tol depan Gedung MPR/DPR Senayan.
 
Korban lainnya Sultan Hafidz mengaku terkena peluru gas air mata tepat di bibir atas hingga mengalami robek. "Gas air matanya ditembak kena mulut saya. Tadi baru selesai dijahit di dalam," katanya.
 

(Baca: Gara-gara Demonstrasi di DPR, Asing Lepas Saham di Pasar Nyaris Rp 1 T)

Petugas bagian informasi belum berkenan menyampaikan informasi terkait jumlah pasien dari kalangan demonstran yang menjalani perawatan. "Kami tidak bisa info, karena sifatnya rahasia," kata petugas piket bagian informasi RS Mintohardjo.

Aparat Pukul Mundur Pedemo


Saat ini aparat kepolisian dari satuan Brigade Mobil (Brimob) dan Satuan Barikade Anti Huru Hara (Sabhara) berupaya terus berupaya membubarkan mahasiswa dari area depan dan belakang Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa, (24/9).

Para mahasiswa kembali berkumpul dan menggelar demonstrasi di depan gerbang Gedung DPR/MPR RI setelah sebelumnya sempat dibubarkan aparat kepolisian pada sore hari. Sebagian pedemo berkumpul dan berorasi di jalur tol yang ada di depan gedung DPR/MPR, dan sebagian berada di bagian belakang gedung DPR/MPR.

(Baca: Pengusaha Khawatir Investasi Terganggu Aksi Demonstrasi)

Salah satu komandan regu aparat kepolisian menginstruksikan anak buahnya agar membubarkan massa. "Yang didepan gedung MPR/DPR mundur ke arah jalan tol. Saya beri aba-aba. Bila tidak mundur saya akan melakukan tindakan tegas," kata komandan regu di depan Gedung DPR/MPR.

Peringatan tak digubris para pedemo. Aparat kepolisan pun kembali menembakan gas air mata ke arah kerumunan massa yang membuat mereka mulai membubarkan diri dari depan gedung DPR.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan