Moeldoko Sebut Stabilitas di Papua Penting Bagi Stabilitas Nasional

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ratna Iskana

24/9/2019, 13.15 WIB

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta seluruh pihak menjaga situasi kondusif, termasuk di Papua.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Papua
Antara
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Moeldoko mengatakan stabilitas di Papua penting bagi stabilitas nasional.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai stabilitas keamanan di Papua perlu dijaga. Sebab, Papua merupakan bagian dari Indonesia.

Apalagi gejolak yang terjadi di Papua dapat berimbas terhadap stabilitas nasional. “Stabilitas Papua adalah stabilitas Indonesia, dan stabilitas Indonesia adalah stabilitas Papua,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/9).

Menurut Moeldoko, tidak ada negara di dunia yang bisa memulai pembangunan tanpa menjaga stabilitas. Makanya Moeldoko mengatakan kewajiban bagi seluruh pihak untuk menjaga situasi yang kondusif, termasuk di Papua. “Harus stabil. Kalau enggak kasihan,” ucap Moeldoko.

(Baca: Kerusuhan di Wamena, Jokowi Minta Masyarakat Tak Percaya Hoaks)

Lebih lanjut, Moeldoko mengaku prihatin dengan kerusuhan yang terjasi di Wamena, Papua. Pasalnya, kerusuhan itu menimbulkan korban jiwa.

Melansir Antara, ada 22 orang meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut. Mereka berasal dari warga sipil maupun aparat keamanan.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian yang merenggut jiwa manusia ini,” kata Moeldoko.

Selain jatuhnya puluhan korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka. Kerusuhan tersebut juga membuat sejumlah bangunan di Wamena terbakar. 

(Baca: Telkomsel dan Indosat Batasi Akses Internet di Wamena )

Untuk diketahui, aksi massa di Wamena pada Senin (23/9) berlangsung anarkis. Aksi tersebut disinyalir dipicu oleh berita bohong atau hoaks di media sosial soal guru yang mengeluarkan kata-kata bernada rasis kepada murid asli Papua.

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tidak langsung percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Menurut Presiden, verifikasi sebuah kabar harus dilakukan terlebih dahulu untuk mencegah kerusuhan.

Jokowi juga mengatakan jika berita bohong tak ditangkal, maka stabilitas keamanan dan politik akan terganggu. Lebih lanjut, Kepala Negara meminta tak ada lagi fasilitas umum yang dirusak lantaran bangunan tersebut merupakan milik bersama. 

"Jangan sampai ada kerusakan yang diakibatkan anarkisme," kata Jokowi.

(Baca: Gaduh di Dalam Negeri dan Kenaikan Harga Minyak Picu Pelemahan Rupiah)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan