Pertamina EP Bakal Studi EOR di Lapangan Tambun Tahun Depan

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Febrina Ratna Iskana

26/9/2019, 18.03 WIB

Studi EOR bertujuan untuk meningkatkan produksi migas Tambun Field. Produksi Lapangan Tambun saat ini mencapai 1.683 BOPD dan gas 31,55 MMSCFD.

Pertamina EP
Pertamina EP
Ilustrasi, Pertamina EP berencana memulai studi EOR di Tambun Field pada tahun depan.

Pertamina EP (PEP) bakal memulai studi enhanced oil recovery (EOR) di Tambun field pada 2020. Upaya itu demi meningkatkan produksi Tambun Field. 

Presiden Direktur PEP Nanang Abdul Manaf menjelaskan, studi EOR di Tambun Field baru bisa dimulai tahun depan karena pihaknya harus menyelesaikan terlebih dahulu studi yang sama di Lapangan Sukowati.

Nanang menargetkan studi di Lapangan Sukowati dapat selesai di awal tahun depan. "Sukowati masih tahap studi. Awal tahun depan insya Allah," kata Nanang ke Katadata.co.id pada Kamis (26/9).

Selain studi EOR, PEP akan mengebor beberapa lapangan migas untuk meningkatkan produksi. "Pengeboran pengembangan di Jati Asri dan Akasia Bagus, serta pembangunan fasilitas gas di Bambu Besar," kata Nanang.

PEP mencatat produksi Lapangan Tambun saat ini mencapai 1.683 barel minyak per hari (BOPD) dan gas 31,55 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Total produksi minyak Pertamina EP Asset 3 saat ini tercatat mencapai 13.042 BOPD atau 102% dari target, dan untuk gas tercatat 260 MMSCFD atau 93% dari target.

"Untuk gas tidak tercapai karena masalah penyerapan konsumennya, terutama saat Idul Fitri dan weekend (low season)," kata Nanang.

(Baca: Ada 1.000 Sumur Ilegal, Pertamina EP Sulit Kembangkan Jambi Field)

Field Manager PEP Asset 3 Tambun Field Ceppy Agung Kurniawan menambahkan pihaknya telah mengupayakan peningkatan produksi lewat well intervention PDM-14, PDL-01, optimasi gas lift Pondok Tengah,  reaktivasi cluster MB-04, optimasi condensate plant, reparasi sumur-sumur di struktur Tambun yang menghasilkan tambahan gas sejak awal tahun ini.

“Kami juga melakukan pressure maintenance dengan new pattern injeksi di area Tambun Utara dan rencana optimasi (bean up & bean down) untuk sumur TGP sesuai persetujuan dari Tim EPT Asset 3 serta inovasi berkelanjutan hingga mendapatkan paten untuk H2S Removal,” ujarnya.

Tahun ini PEP mengalokasikan belanja modal untuk Tambun Field sebesar US$ 3,85 juta, naik dari tahun lalu sebesar US$ 2,7 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan dua unit Mobile Multiphase Flow Meter untuk kebutuhan pengukuran dan pemantauan sumur, perbaikan pipa-pipa produksi TBN U, TBN V, dan perbaikan trunkline minyak dan gas dari PDT-TBN.

“Dana juga digunakan untuk pengadaan fire truck/fire jeep untuk HSSE, general overhaul compresor, dan reaktivasi cluster MB-04,” ujar Ceppy.

Sepanjang tahun ini, PEP mengerjakan proyek EOR di delapan lapangan migas, yaitu Lapangan Tanjung, Sukowati, Rantau, Sago, Ramba, Jirak, Limau dan Jatibarang.

(Baca: Kejar Target Lifting Migas, Pertamina EP Genjot Pengeboran 100 Sumur)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan