Keponakan Prabowo Kecewa Agenda Baca Doa Dibatalkan Zulkifli Hasan

Penulis: Rizky Alika

Editor: Yuliawati

27/9/2019, 17.07 WIB

"Apakah yang bermasalah karena saya perempuan? Atau karena saya non-muslim?" kata Sara.

Gerindra, Zulkifli Hasan, Saraswati Djojohadikusumo
facebook.com/RSaraswatiD
Anggota Fraksi Partai Gerindra MPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo batal membaca doa di sidang penutup MPR 2014-2019.

Anggota Fraksi Partai Gerindra MPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo kecewa dengan sikap Ketua MPR Zulkifli Hasan. Zulkifli Hasan diduga secara sepihak membatalkan agenda pembacaan doa dalam sidang paripurna akhir masa jabatan MPR periode 2014-2019 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (29/9).

Zulkifli mengambil alih pembacaan doa dengan alasan mempersingkat waktu. Padahal dalam rundown acara yang telah disepakati, Sara yang mendapatkan kesempatan untuk membacakan doa penutup.

"Apakah yang bermasalah karena saya perempuan? Atau karena saya non-muslim?" kata Sara dalam keterangan tertulisnya hari ini.

(Baca: Ketua MPR Sampaikan Duka Cita untuk 2 Korban Mahasiswa Kendari)

Sara mengatakan, ia mendapatkan informasi pembatalan dirinya membacakan doa dari ketua dan sekretaris fraksi Gerindra. Sara pun meminta anggota legislatif yang laki-laki dan kristiani untuk menggantikannya membacakan doa.

Namun, agenda pembacaan doa justru dihapus dari rangkaian acara sidang. Padahal, lanjut Sara, doa menjadi bagian resmi dari sidang MPR.

Sara menyatakan dia ditunjuk oleh Pimpinan Fraksi MPR Partai Gerindra Elnino Husein Mohi untuk memimpin doa pada sidang forum lembaga tertinggi negara tersebut. Sara merasa kagum dengan Elnino yang laki-laki dan muslim, namun tetap menjunjung Bhinneka Tunggal Ika.

Sara pun merasa gugup dan gemetara lantaran ia menjadi perempuan non-muslim pertama yang memimpin doa di sidang MPR. Ia juga mempersiapkan doa hingga pukul 02.00 guna memastikan doa mewakili rakyat Indonesia.

(Baca: Terbentur Acara Lain, Prabowo Absen Hadiri Pidato Jokowi di MPR)

Sara mengatakan bahwa ia kaget dan sakit hati atas perlakuan Ketua MPR yang dilakukan di forum lembaga tertinggi negara. Menurutnya, negara semestinya memiliki tugas untuk membumikan konsensus dasar negara, salah satunya Bhinneka Tunggal Ika.

Akan tetapi, perwakilan perempuan dan non-muslim tidak diberikan ruang untuk membacakan doa. "Rasa kecewa, sedih, marah bercampur aduk," ujar dia.

Saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan, Sara mengucurkan air mata. Ia pun memutuskan untuk keluar dari sidang bersama anggota Fraksi Gerindra lainnya yakni Sufmi Dasco dan Heri Gunawan. "Air mata tak kunjung berhenti dengan setiap langkah yang saya ambil berjalan keluar dari sidang," katanya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan