Ekonom Ungkap Modus Korupsi di Bank BUMN, Ada Bank Swasta Dibantu

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Martha Ruth Thertina

30/9/2019, 21.17 WIB

Ekonom Senior Faisal Basri menyebut terdapat lima modus korupsi yang melibatkan bank BUMN dan terjadi saat ini.

Faisal Basri, Korupsi di bank BUMN
Faisal Basri KATADATA|Agung Samosir
Faisal Basri KATADATA|Agung Samosir

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri mengungkapkan terdapat banyak modus korupsi yang tidak dikenali mayarakat. Di antaranya, modus korupsi yang melibatkan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Saya minta maaf kalau tidak bisa menyebutkan nama bank di forum resmi ini," kata Faisal dalam diskusi publik yang digelar Indef di kantornya, Jakarta, Senin (30/9).

Ia menyebut terdapat lima modus korupsi yang melibatkan bank BUMN dan terjadi saat ini. Modus pertama yakni pemberian kredit yang berkelanjutan oleh bank BUMN kepada proyek yang gagal. Namun, pembayaran cicilan serta bunganya dilakukan oleh perusahaan induk di luar negeri seperti di Singapura.

(Baca: Pengusaha Samin Tan Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Batu Bara)

Dalam kasus ini, kredit diperlakukan sebagai kredit lancar, meski proyeknya gagal dan tak menghasilkan laba. "Ini true story ya. Apa kabar Otoritas Jasa Keuangan? Ke mana mereka?" ucap dia dengan lantang.

Modus kedua, pembayaran kredit untuk proyek yang dikerjakan suatu perusahaan macet. Kemudian, perusahaan yang sama mengajukan kembali kredit untuk proyek lain guna membiayai proyek sebelumnya. Terkadang, menurut Faisal, orang di balik perusahaan tersebut merupakan orang yang memiliki kekuasaan atau dekat dengan lingkaran kekuasaan.

Ketiga, kredit dari bank BUMN digunakan untuk membangun gedung perkantoran milik seorang menteri. "Gedung itu tak laku, lalu BUMN lain diminta untuk merenovasi dan menyewanya selama lima tahun," ujarnya.

(Baca: Terima Suap Rp 1 miliar, Anggota BPK Rizal Djalil Jadi Tersangka KPK)

Modus keempat yakni kredit dipecah dalam jumlah yang kecil dengan berbagai nama. Hal ini menurut Faisal, dilakukan agar tak perlu izin dari komisaris dan tidak mencapai batas maksimum pemberian kredit.

Modus terakhir, bank BUMN diminta menyelamatkan bank swasta yang terkena masalah hingga bangkrut. "Jadi ini modusnya ada satu bank swasta yang sakit berat, eh seluruh bank BUMN yang tanggung-jawab," tutupnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan