Wiranto Bakal Buru Pedemo Jaringan Dosen Pemilik Bom Molotov

Penulis: Rizky Alika

Editor: Yuliawati

30/9/2019, 16.51 WIB

Demonstrasi masih akan berlanjut berbarengan dengan pelantikan anggota DPR pada Selasa (1/10).

demonstrasi, wiranto
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan aparat keamanan akan mengungkapkan pedemo yang terlibat dalam jaringan dosen Intitut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith. Abdul Basith ditangkap karena memiliki bom molotov.

"Dengan temuan itu, aparat akan terus mengembangkan. Dengan pengembangan tadi, diharapkan dapat menemukan jaringan-jaringan dari tindakan anarkis," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (30/9).

(Baca: Terhalang Kawat Duri Aparat, Mahasiswa Sulit Mendekat ke DPR)

Menurutnya, pelaku kekerasan tersebut berusaha mengacaukan Indonesia. Mereka dianggap berupaya menggunakan bom buatan saat demonstrasi.

Ia berharap, demonstrasi tidak akan ditunggangi oleh oknum tertentu. Sebab, hal ini akan menganggu aktivitas masyarakat.

Demonstrasi masih akan berlanjut berbarengan dengan pelantikan anggota DPR pada Selasa (1/10).
Wiranto menyebutkan, demonstrasi memang diperbolehkan sesuai ketentuan Undang-Undang  yakni dengan izin aparat kepolisian serta menaati waktu yang ditetapkan.

Berdasarkan catatannya, hari ini ada 84 aksi unjuk rasa di seluruh Indonesia. Tuntutan demo tersebut tidak hanya terbatas pada revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

(Baca: Redam Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Menristek Kumpulkan Rektor PTN )

Beberapa tuntutan yang diajukan oleh demonstran seperti terbunuhnya mahasiwa di Kendari, penolakan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, dan demonstraasi oleh pers di Bangka Belitung.

Sebelumnya, Abdul Basith ditangkap polisi karena ketahuan memiliki 29 bom molotov. Abdul Basith ditangkap di Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Tangerang Kota, Sabtu (28/9/2019) pukul 01.00 WIB.

Ia ditangkap lantaran dituduh melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak. Dikabarkan, polisi juga mengamankan 29 bom jenis molotov yang disimpan di kediamannya, Perumahan Pakuan Regency Linggabuana, RT 003/007, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

(Baca: Ajukan Uji Materi ke MK, Mahasiswa Ingin Presiden Terbitkan Perppu KPK)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan