Aplikasi Truecaller yang Ungkap Identitas di Balik WhatsApp Anak STM

Penulis: Desy Setyowati

1/10/2019, 16.39 WIB

Truecaller merupakan perusahaan asal Swedia yang didukung investor kakap seperti Sequoia.

 Aplikasi TrueCaller menjadi perbincangan karena percakapan pelajar STM beredar di media sosial.
instagram/@truecaller
Ilustrasi, karyawan TrueCaller di India sedang bercakap-cakap. Aplikasi TrueCaller menjadi perbincangan karena percakapan pelajar STM beredar di media sosial.

Aplikasi Truecaller menjadi perbincangan setelah tangkapan layar (screenshot) berisi percakapan pelajar Sekolah Teknik Menengah (STM) beredar di media sosial. Warganet menggunakan aplikasi itu dan GetContact untuk mengetahui pemilik nomor telepon yang ada di gambar tersebut.

Awalnya, salah seorang warganet @OneMurthada mengunggah gambar tangkapan layar berisi percakapan pelajar STM yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta. Nama grup WhatsApp yang muncul di gambar itu seperti G30S STM ALLBASE, STM SEJABODETABEK, STM/K Bersatu, dan lainnya.

Lantas, warganet lainnya menggunakan aplikasi Truecaller dan GetContact untuk mencari tahu pemilik nomor ponsel yang ada di grup itu. Hasilnya nomor-nomor tersebut milik anggota kepolisian. “Lihat ini, anak STM hebat pakai seragam polisi,” kata @permadiarka sembari menyertakan gambar tangkapan layar nomor telepon dan foto seorang polisi, Selasa (1/10).

(Baca: KPAI Imbau Sekolah Pantau Siswa yang Ikut Demonstrasi)

Namun, warganet lainnya menyertakan bukti yang membantah polisi terlibat dalam grup WhatsApp itu. “Ini nomor WhatsApp-nya (Eggy). Sama tidak (dengan di grup)?” kata @yusuf_dumdum sembari menyertakan dua gambar tangkapan layar.

Eggy disebut-sebut sebagai anggota kepolisian yang nomor ponselnya ada di grup WhatsApp pelajar STM. Yusuf mengatakan, nomor ponsel Eggy—seorang anggota kepolisian—berbeda dengan yang ada di grup itu.

Lalu, apa itu aplikasi Truecaller? Truecaller merupakan perusahaan teknologi yang berdiri pada 2009 di Stockholm, Swedia. Pendirinya adalah Nami Zarringhalam dan Alan Mamedi.

(Baca: Dicari Anak STM di Twitter, Siapa Denny Siregar?)

Aplikasi tersebut menawarkan tujuh fitur. Pertama, ID penelepon untuk mengetahui identitas nomor tidak dikenal, spam atau panggilan dari perusahaan. Kedua, memblokir panggilan spam.

Ketiga, intelligent dialer untuk mengenali nomor yang tidak dikenal saat melakukan panggilan. Keempat, obrolan, SMS, dan panggilan dalam satu aplikasi. Kelima, mengatur panggilan masuk.

Keenam, layanan perbankan khusus untuk pengguna di India. Terakhir, rekam panggilan telepon untuk layanan berbayar.

Pengguna aktif harian Truecaller mencapai lebih dari 150 juta di seluruh dunia. Aplikasinya juga telah diunduh 500 juta kali. Mereka juga sudah mengidentifikasi panggilan spam dan memblokir 10 miliar nomor ponsel.

Perusahaan tersebut bahkan didukung oleh investor kakap, seperti Sequoia, Atomico, KPCB, dan OpenOcean. Truecaller juga memiliki kantor di Swedia, tiga di India, dan Kenya.

(Baca: Sequoia India Suntik Dana Rp 288 Miliar ke Kopi Kenangan)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan