Garuda & Sriwijaya Rujuk, Susunan Direksi Sriwijaya Masih Tanda Tanya

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Martha Ruth Thertina

1/10/2019, 15.01 WIB

Keputusan meneruskan kerja sama diambil dalam pertemuan yang difasilitasi Menteri BUMN, beberapa waktu lalu.

Garuda Indonesia, Sriwijaya AIr, Garuda Sriwijaya
www.facebook.com/SriwijayaAir
Pesawat Sriwijaya Air

Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air akhirnya bersepakat untuk meneruskan kerja sama manajemen (KSM) yang telah disepakati. Alhasil, operasional Sriwijaya Air tetap dipegang oleh anak usaha Garuda, yaitu Citilink Indonesia.

Meski sudah rujuk, Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo belum mau membicarakan mengenai susunan direksi Sriwijaya Air, yang menjadi pangkal persoalan antara Grup Garuda dengan pemegang saham Sriwijaya Air.

"Jangan bicarakan itu dulu, yang penting KSM-nya berjalan," kata Juliandra usai Konferensi Pers pengumuman berlanjutnya KSM, di Garuda City Center, Cengkareng, Tangerang, Selasa (1/10).

(Baca: Buntut Dualisme Kepemimpinan, Dua Direktur Sriwijaya Air Mundur)

Dewan Komisaris Sriwijaya memutuskan untuk merombak susunan direksi maskapai tersebut pada September lalu. Perombakan menjadi masalah lantaran Citilink merasa tidak dilibatkan dalam keputusan tersebut. Padahal, sesuai KSM, Citilink semestinya dilibatkan.

Dewan komisaris Sriwijaya memberhentikan sementara Joseph Adriaan Saul dari posisi dirut, Harkandri M. Dahler dari posisi direktur SDM dan pelayanan, dan Joseph Tendean dari posisi direktur komersial.

Kemudian, Dewan Komisaris menunjuk Anthony Raimond Tampubolon sebagai pelaksana tugas (Plt) atas ketiga jabatan tersebut. Namun, untuk melaksanakan tugas harian Direktur Utama ditunjuk Robert D. Waloni. Selanjutnya, jabatan Plt Dirut diemban Jefferson I Jauwena.

(Baca: Kerja Sama dengan Garuda Hampir Kandas, Sriwijaya Butuh Investor Baru)

Namun, dalam surat perizinan di Kementerian Perhubungan, Joseph Adriaan Saul masih tercatat sebagai penanggung jawab Sriwijaya Air sehingga tanggung jawab maskapai masih dipegang oleh Joseph. Ketidakjelasan kepemimpinan ini pun berujung pada mundurnya dua direktur Sriwijaya Air.

Menteri Rini dalam Rujuk Garuda dan Sriwijaya

Juliandra mengungkapkan, kesepakatan untuk meneruskan KSM disepakati dalam pertemuan antara kedua maskapai yang difasilitasi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, beberapa waktu lalu.

Ia menilai, dengan berlanjutnya KSM, telah terjadi penyelamatan atas Sriwijaya Air. Ia pun berharap momentum ini dapat menjadi titik balik untuk komitmen bersama dalam meningkatkan daya saing industri penerbangan nasional.

"Kami percaya, ekosistem industri penerbangan yang sehat merupakan kunci penting dalam peningkatan daya saing industri penerbangan nasional yang saat tengah mengalami masa-masa sulit," kata dia.

Seiring berlanjutnya KSM, Direktur Utama GMF AeroAsia, Tazar Marta Kurniawan menyampaikan, pihaknya siap mendukung operasional penerbangan Sriwijaya Grup. "GMF Aero Asia berkomitmen untuk senantiasa memberikan kebutuhan teknis layanan operasional Sriwijaya Air Grup," kata dia.

Adapun Jefferson yang hadir dalam konferensi pers mewakili pemegang saham Sriwijaya Air  mengatakan, pihaknya menyambut baik komitmen dan komunikasi yang telah terjalin bersama Garuda. "Kami harapkan ke depan Garuda bersama Sriwijaya akan terus bersinergi untuk terus membangun jaringan transportasi udara nasional," kata dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan