Menaker Dukung Usulan ILUNI UI Kembangkan SDM Indonesia

Tim Publikasi Katadata

1/10/2019, 13.08 WIB

Pertemuan Menaker Hanif Dhakiri dan Ikatan Alumni UI (ILUNI UI) ini membahas usulan kerja sama pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

KEMNAKER
Katadata

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, menerima audiensi Ketua Umum dan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). Pertemuan ini membahas usulan kerja sama pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

 

“Kami mengajukan program kerja sama yang nantinya akan dikolaborasikan dengan Kemnaker. Kami ingin pemerintah dan akademisi perguruan tinggi bisa bersama-sama memajukan SDM Indonesia,” kata Ketua ILUNI Periode 2019-2022, Andre Rahadian, di kantor Kemnaker Jakarta pada Senin, 30 September 2019.

 

Andre mengatakan, ILUNI mengajukan usulan kerja sama untuk mengembangkan program pelatihan vokasi serta berwirausaha bagi para calon tenaga kerja agar siap memasuki pasar kerja.

 

“Kami mendukung upaya-upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.  Saat ini, UI telah memiliki Learning Centre 4.0 yang di dominasi dari kalangan milenial. Ini bisa kita manfaatkan secara optimal,” kata Andre.

 

Menaker Hanif menyambut baik usulan kerja sama ILUNI UI. Menurutnya, pengembangan SDM Indonesia tak hanya dilakukan pemerintah, tetapi membutuhkan serta melibatkan pihak terkait lainnya,  termasuk dari kalangan akademisi. “Dalam menyiapkan SDM yang unggul, tentu perguruan tinggi memiliki peran yang sentral guna menciptakan SDM yang memiliki pemikiran yang adaptif,” kata Hanif.

 

Hanif menambahkan, saat ini peran perguruan tinggi masih didominasi oleh pendidikan formal saja. Padahal, saat ini diperlukan pendidikan berbasis pelatihan guna menghasilkan SDM yang kompeten serta pemberian edukasi menghadapi era digitalisasi saat ini.

 

“Terkait tahap implementasi kerja samanya nanti, perlu untuk dibahas lebih lanjut di dalam forum Focus Group Discussion yang melibatkan para praktisi ahli untuk menyiapkan kurikulum vokasi yang tepat,” lanjut  Hanif.

 

Kementerian Ketenagakerjaan

Kementerian Ketenagakerjaan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha