Soal Temuan Bom Molotov Dosen IPB, BNPT: Institusi Bisa Disusupi Oknum

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

1/10/2019, 07.16 WIB

BNPT belum mengetahui oknum tersebut bergerak atas nama pribadi atau institusi.

Kepala BIN Budi Gunawan (kanan) berbincang dengan Kepala BNPT Suhardi Alius (kiri) sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/12).
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Kepala BIN Budi Gunawan (kanan) berbincang dengan Kepala BNPT Suhardi Alius (kiri) sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/12).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen (Pol) Suhardi Alius merespons soal penangkapan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith terkait dugaan kepemilikan bom molotov. Menurutnya, institusi berpeluang disusupi oknum yang terpapar terorisme, kendati hal ini masih akan diselidiki lebih lanjut oleh kepolisian.

"Semua institusi bisa saja ada oknum," kata dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (30/9).

(Baca: Dosen IPB Ditangkap karena Diduga Miliki 29 Bom Molotov)

Namun, BNPT belum mengetahui oknum tersebut bergerak atas nama pribadi atau institusi. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk tidak langsung mencemarkan nama institusi dari oknum tersebut. Sebab, proses penyelidikan masih berlangsung.

BNPT pun telah memberikan pengarahan ke seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta dengan menggandeng Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya upaya radikalisme dalam perguruan tinggi.

Salah satunya yang kerap disasar oknum yakni mahasiswa baru. Karena itu, BNPT mengarahkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan dengan baik dan tepat waktu, agar tidak terpapar oleh ajakan yang keliru.

(Baca: Jelang Putusan MK, Moeldoko: 30 Orang Terduga Teroris Masuk Jakarta )

Suhardi pun berharap, demo yang dilakukan oleh mahaasiswa dalam sepekan terakhir dilakukan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang. "Jadi kami tidak menghambat aspirasi, asal tetap sesuai koridor," ujarnya.

Sebelumnya, Abdul Basith ditangkap polisi atas dugaan kepemilikan 29 bom molotov. Abdul Basith ditangkap di Cipondoh, Tangerang Kota, Sabtu (28/9) pukul 01.00 WIB.

Ia ditangkap lantaran dituduh melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak.

Polisi telah mengamankan 29 bom jenis molotov yang disimpan di kediamannya.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha