Harga Saham Mas Murni Bergerak Liar, Anjlok Setelah Naik Lebih 100%

Penulis: Martha Ruth Thertina

2/10/2019, 18.13 WIB

Perusahaan membukukan kinerja keuangan yang positif. Pendapatan pada semester I melonjak 62,73%, sedangkan laba naik 27,67%.

MAMI, Mas Murni Indonesia
ANTARA

Harga saham Mas Murni Indonesia (MAMI) mengalami fluktuasi tajam. Harga saham MAMI anjlok mulai siang tadi, setelah melesat melebihi 100% dalam sebulan dari Rp 90 pada penutupan akhir Agustus ke posisi Rp 191 pada penutupan perdagangan kemarin. Bahkan, harga sahamnya sempat mencapai Rp 197, rekor tertinggi MAMI sejak listing pada 1994.

Pada perdagangan hari ini, harga saham MAMI sempat anjlok hingga ke posisi Rp 135. Namun, setelah beberapa saat, harganya berangsur naik hingga ditutup di posisi Rp 169, turun 11,51% dibandingkan posisi penutupan kemarin. Mengacu pada data stockbit.com, frekuensi perdagangan mencapai 33.907, dengan investor asing menjual sebesar Rp 1,2 miliar, dan membeli Rp 949,9 juta.

Lantas, siapakah MAMI? Berdasarkan profil di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan yang berbasis di Surabaya tersebut bergerak di bidang perdagangan, jasa, dan investasi dengan subsektor restoran, hotel dan pariwisata.

(Baca: Analis KIC: Dampak Demonstrasi ke IHSG Kecil, Pasar Memang Bearish)

Perusahaan memiliki beberapa anak usaha dengan porsi kepemilikan antara 85-100%, yaitu PT Graha Mediatama Mediacom, PT Hotelnet Prima Wisata, PT Mas Murni Indonesia Globalmart.

Bloomberg mencatat, MAMI mengoperasikan dan memiliki Garden Palace Hotel, and Crystal Garden Apartment. Perusahaan menyediakan layanan sewa kamar jangka pendek. Perusahaan juga menawarkan bar, restoran, dan ruang pertemuan.

Pemegang saham MAMI per 30 Agustus yaitu Brentdield Investment Limited 30,07%, Djaja Santoso (Direktur Utama MAMI) 9,18%, Sentratama Kencana 8,67%, Jasa Puri Medikatama 6,5%. Kemudian, pemodal asing 3,2%, dan pemodal nasional 42,38%.

Berdasarkan data stockbit.com, Sentratama tercatat aktif melakukan trensaksi atas saham MAMI. Dalam sebulan belakangan, saham MAMI yang dikempit Sentratama tercatat terus turun, hingga menjadi 7,58% per akhir September.

(Baca: Meski Berisiko, Saham Startup di Bursa Terbukti jadi Buruan Investor)

Secara kinerja keuangan, perusahaan membukukan pertumbuhan yang positif. Pada semester I 2019, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 89,24 miliar, naik 62,73% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan laba bersih sebesar Rp 3,5 miliar, naik 27,67% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Pergerakan saham MAMI
Pergerakan saham MAMI (stockbit.com)

 

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan