Pendapatan KAI Hingga Semester I Turun 8,4% jadi Rp 12,1 Triliun

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Ratna Iskana

2/10/2019, 12.15 WIB

Meskipun pendapatan menurun, namun KAI masih bisa mencatat kenaikan laba bersih hingga 74% menjadi Rp 1,23 triliun dibandingkan tahun lalu.

Kereta Api
Katadata
Ilustrasi, kereta api. Kereta Api Indonesia (KAI) membukukan pendapatan sebesar Rp 12,1 triliun pada semester I 2019.

Kereta Api Indonesia (KAI) membukukan pendapatan sebesar Rp 12,1 triliun pada semester I 2019. Pendapatan KAI turun 8,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) sebesar Rp 13,21 triliun.

Salah satu faktornya karena pendapatan konstruksi turun hingga 60,2%. "Pada semester I pendapatannya sebesar Rp 1,43 triliun, pada periode yang sama tahun lalu Rp 3,6 triliun," dikutip dari keterbukaan informasi pada Rabu (2/10).

Padahal pendapatan angkutan dan usaha lainnya naik sebesar 12,6% menjadi Rp 10,7 triliun. Pendapatan tersebut ditopang dari pendapatan angkutan kelas ekonomi yang naik sebesar 14% menjadi Rp 2,4 triliun.

Ditambah pendapatan kelas eksekutif yang naik signifikan sebesar 46% menjadi Rp 1,9 triliun. Sedangkan pendapatan kelas bisnis turun sebesar 24% menjadi Rp 269 miliar.

(Baca: Tiket Termurah Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dipatok Rp 300 Ribu)

Adapun beban pokok pendapatan KAI tercatat sebesar Rp 8,9 triliun atau turun 8,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yaitu Rp 10,3 triliun. Rinciannya yakni beban konstruksi turun 61% menjadi Rp 1,4 triliun, serta beban angkutan dan usaha sebesar Rp 7,5 triliun atau naik 11,9%.

Dengan beban pokok yang turun, laba usaha KAI pada semester I mencapai Rp 1,86 triliun atau naik 7,5%. Sedangkan laba bersih perusahaan berpelat merah tersebut bisa mencapai Rp 1,23 triliun atau meningkat 74%.

KAI telah mengoperasikan 394 perjalanan yang terdiri 346 perjalanan reguler dan 48 perjalanan tambahan, atau meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu hanya 375 perjalanan kereta api.

Selain itu, KAI juga telah menambah dua rute baru yang telah dioperasikan yakni Galunggung relasi Stasiun Kiaracondong (Bandung)-Stasiun Tasikmalaya dan Pangandaran relasi Stasiun Gambir (Jakarta)-Stasiun Bandung-Stasiun Banjar.

(Baca: Darmin MInta Menhub Kembangkan Angkutan Logistik untuk Dorong Ekonomi)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan