Jokowi Tak Akan Setop Bangun Infrastruktur Meski Fokus Benahi SDM

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ameidyo Daud

3/10/2019, 18.39 WIB

Fokus pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin hingga 2024 adalah membangun kualitas SDM Indonesia.

Jokowi, SDM, Infrastruktur
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet paripurna, Kamis (3/10) menegaskan tak akan meninggalkan pembangunan infrastruktur meski pemerintah fokus membenahi SDM hingga 2024.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pembangunan infrastruktur tak akan ditinggalkan meski dirinya akan fokus membangun sumber daya manusia (SDM) selama lima tahun ke depan.

Jokowi kerap menyampaikan periode kedua pemerintahannya akan difokuskan pada pembenahan kualitas manusia Indonesia. Ini berbeda dengan periode 2014-2019 yang menitikberatkan pembangunan infrastruktur.

“Kami fokus membangun SDM besar-besaran tanpa meninggalkan pembangunan infrastruktur yang dimulai lima tahun lalu,” kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis (3/10).

(Baca: Belanja Negara 2020 Tembus Rp 2.529 Triliun, Jokowi Fokus Perbaiki SDM)

 Jokowi memerintahkan agar reformasi pemerataan kualitas pendidikan bisa dilanjutkan. Apalagi menurutnya, pendidikan adalah fondasi pembangunan SDM. "Juga program pelatihan kewirausahaan yang dimiliki masing-masing kementerian/lembaga bisa disinergikan," kata Jokowi.

 Jokowi juga menyinggung capaiannya lima tahun belakangan. Dia mengklaim sudah banyak yang dikerjakan pemerintah dengan berbagai keterbatasan. Ia mengatakan saat ini telah menyusun dasar bagi arah pembangunan nasional agar lebih tangguh, produktif, dan merata.

Pemerintah juga telah mereformasi bidang fiskal agar APBN semakin sehat dan mandiri. “Kami juga telah meletakkan fondasi bagi pembangunan Indonesiasentris, bukan Jawasentris, dalam melakukan percepatan di bidang infrastruktur,” ucap Jokowi.

(Baca: Istana Targetkan Lembaga Manajemen Talenta Terbentuk Tahun Depan)

Selain itu, ia mengklaim telah melakukan reformasi di bidang perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan. Khususnya, untuk 40% masyarakat kelas bawah.

Pemerintah juga telah memulai reformasi struktural meski belum dilakukan secara besar-besaran. Atas capaian itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itumengucapkan terima kasih kepada para pembantunya. "Atas kerja kerasnya membantu saya dan Pak Jusuf Kalla,” ujar Jokowi.

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan