Jokowi Ucapkan Terima Kasih ke Para Menteri di Sidang Kabinet Terakhir

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ratna Iskana

3/10/2019, 15.11 WIB

Jokowi berterima kasih karena para menteri di Kabinet Kerja dinilai tidak memiliki visi-misi pribadi.

Jokowi
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo bertepuk tangan saat memimpin upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang evaluasi pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan persiapan implementasi APBN 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10). Sidang Kabinet Paripurna ini merupakan yang terakhir kali sebelum Jokowi dilantik kembali untuk periode keduanya.

Ketika membuka sidang, Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada semua menteri Kabinet Kerja dan kepala lembaga yang hadir. “Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras selama lima tahun ini dalam membantu saya dan Bapak Jusuf Kalla menjalankan visi dan program-program prioritas kita bersama,” kata Jokowi.

Jokowi pun berterima kasih kepada para menteri karena tidak memiliki visi-misi pribadi. Jokowi mengatakan, dirinya sejak awal memang meminta agar para menteri hanya menjalankan visi-misi Presiden dan Wakil Presiden.

Hal itu agar jajaran Kabinet Kerja tidak berjalan masing-masing. “Agar semuanya kita betul-betul berada dalam satu visi, satu tujuan, dan satu jalur,” kata Jokowi.

(Baca: Jokowi Umumkan Kabinet Baru Usai Pelantikan )

Eks Gubernur DKI Jakarta itu lantas mengklaim sudah banyak yang dikerjakan pemerintah dengan berbagai keterbatasan dalam lima tahun terakhir. Pemerintah telah menyusun fondasi bagi arah pembangunan nasional agar lebih tangguh, produktif, dan merata.

Pemerintah juga telah mereformasi bidang fiskal agar APBN semakin sehat dan mandiri. “Kami juga telah meletakkan fondasi bagi pembangunan Indonesia sentris, bukan Jawa sentris, dalam melakukan percepatan di bidang infrastruktur,” ucap Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengklaim telah melakukan reformasi di bidang perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan. Khususnya untuk 40% masyarakat kelas bawah.

Pemerintah juga telah memulai reformasi struktural. Hanya saja, Jokowi menilai hal tersebut belum maksimal. "Sehingga kami harapkan nanti di lima tahun ke depan, kami akan melakukan reformasi struktural ini secara besar-besaran dalam rangka meningkatkan daya saing, memangkas banyak aturan yang menghambat,“ kata Jokowi.

(Baca: Jokowi Diprediksi Banyak Merombak Susunan Kabinet di Periode Kedua)

Lebih lanjut, Jokowi mengklaim penguatan di bidang monitoring dan pengendalian eksekusi selama lima tahun terakhir telah dilakukan dengan baik. Dengan demikian, dia berharap efektivitas proses yang ada bisa menjadi penekanan dalam perancangan RPJMN 2020-2024.

Dalam rapat kabinet ini, tampak hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Wiranto, dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

(Baca: Bertemu Pengusaha, Menteri Amran: Ini Pertemuan Terakhir)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan