Masih Dikaji, Rencana Telkom Akuisisi Bhinneka.com Jalan di Tempat

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

3/10/2019, 16.02 WIB

Rencana akuisisi Bhinneka masih dikaji secara internal perusahaan Telkom.

telkom, akuisisi, bhinneka,
Telkom KATADATA|Arief Kamaludin
Telkom berencana untuk mengakuisisi perusahaan e-commerce tertuta di Indonesia, Bhinneka.com. Namun rencana tersebut masih dalam tahap kajian secara internal perusahaan telekomunikasi pelat merah ini.

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memastikan proses akuisisi salah satu perusahaan e-commerce tertua di Indonesia, Bhinneka.com (Bhinneka), terus berlanjut. Meski begitu, belum ada target kapan akuisisi Bhinneka akan terealisasi.

"Bhinneka belum ada (progres) lagi, nanti tunggu lah ya. Masih terus dikaji lah sama tim kami," kata Direktur keuangan Telkom Harry M. Zen ketika ditemui di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Kamis (3/10).

Isu rencana akusisi ini sebenarnya sudah bergulir sejak pertengahan tahun ini. Namun, hingga kini, perkembangannya masih dalam kajian internal perusahaan pelat merah dengan kode emiten TLKM ini.

Adapun Telkom juga mengoperasikan perusahaan e-commerce miliknya sendiri, yakni Blanja.com, yang merupakan hasil patungan dengan raksasa e-commerce asal Amerika Serikat (AS), e-Bay.

(Baca: Telkom Masih Kaji Rencana Akuisisi Bhinneka.com)

Sebelumnya, juga ada pembicaraan tentang penggabungan Bhinneka dengan Blanja pasca-akuisisi. Namun, Telkom menegaskan bahwa mereka masih meninjau rencana akuisisi tersebut. "Bisnis Bhinneka memang sejalan dengan bisnis Blanja dan kami masih meninjau apa yang harus dilakukan untuk rencana kami berikutnya," ujar Harry Agustus lalu.

Perusahaan telekomunikasi pelat merah ini diberitakan berencana untuk mengakuisisi setidaknya 51% saham di Bhinneka. Juru bicara Bhinneka mengatakan bahwa mereka selalu terbuka potensi kemitraan strategis. “Namun, terkait dengan akuisisi oleh Telkom, kami tidak dapat berkomentar lebih jauh. Semuanya urusan Telkom,” ujar juru bicara Bhinneka.

Selama beberapa tahun terakhir, Bhinneka telah berencana untuk go public dengan melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal, namun rencana tersebut belum terlaksana. Juru bicara Bhinneka mengatakan bahwa rencana perusahaan untuk IPO mungkin masih akan tertunda lagi.

Bagi Bhinneka, rencana IPO akan menjadi tonggak sejarah bagi perusahaan, yang memulai bisnisnya sebagai pemasok komputer pada 1995. Tiga tahun kemudian, ketika Indonesia dilanda krisis keuangan Asia, Bhinneka terpaksa beralih ke bisnis online.

(Baca: Bhinneka Gandeng Lazada, Targetkan Pertumbuhan 40%)

Kendati demikian, Bhinneka masih mengoperasikan toko offlinenya. Tercatat, perusahaan mengoperasikan 8 toko offline di Jakarta, Bogor, dan Surabaya. Bahkan, perusahaan masih berencana untuk menambah 5 toko offline lainnya tahun ini.

Adapun Bhinneka tahun lalu membukukan pendapatan sebesar Rp 5 triliun. Capaian tersebut melonjak hingga 400% dibandingkan dengan pendapatan yang dibukukan pada 2015 lalu yang hanya mencapai Rp 1 triliun.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan