Anjlok di Awal Pekan, Harga Emas Antam Melesat ke Rp 764 Ribu per Gram

Penulis: Ekarina

4/10/2019, 09.49 WIB

Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam tercatat naik Rp 2 ribu menjadi sekitar Rp 764 ribu per gram.

Harga emas Antam Jumat (4/10) naik sejalan dengan kenaikan harga emas global.
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Harga emas Antam Jumat (4/10) naik sejalan dengan kenaikan harga emas global.

Harga emas Antam hari ini, Jumat (4/10) kembali melanjutkan penguatan, setelah sempat anjlok di awal pekan ke level Rp 751 per gram. Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam tercatat naik sekitar Rp 2 ribu ke Rp 764 ribu per gram, dibandingkan Kamis (3/10), di level Rp 762 ribu per gram.

Kenaikan harga emas juga terjadi untuk emas penjualan kembali, yang naik Rp 3 ribu per gram menjadi Rp 688 per gram.

Adapun koreksi harga emas Antam pada Selasa (1/10) ke level Rp 751 ribu menjadi pelemahan terdalam instrumen investasi tersebut sepanjang pekan ini.

(Baca: Harga Emas Antam Kembali Naik Jadi Rp 762 Ribu per Gram)

Penurunan harga emas Antam itu sejalan dengan pelemahan harga emas di pasar spot global akibat penguatan dolar AS. Penguatan mata uang Paman Sam, dipicu oleh kekhawatiran eskalasi perang dagang AS-Tiongkok yang mereda.

Sementara saat ini, harga emas global berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange untuk kontrak pengiriman Desember 2019 tercatat menguat 0,06% ke level US$ 1.514 per ounce. Sementara di pasar spot, harga emas global naik 0,2% menjadi Rp 1.508 per ounce, menurut data Bloomberg.

Penguatan harga logam mulia terdorong oleh pelemahan greenback (sebutan bagi dolar AS) yang tertekan oleh serangkaian data pelemahan ekonomi AS. Banyak pula investor menanti data perekonomian AS yang kemungkinan bisa mempengaruhi kebijakan bunga bank sentral Amerika Serikat.

"Setelah kenaikan tajam kami melihat beberapa penurunan kecil pada pemesanan keuntungan, sementara sentimen di pasar emas tetap positif," kata Jigar Trivedi, Analis komoditas di Anand Rathi Saham & Pialang Saham yang berbasis di Mumbai, dikutip dari Reuters.

(Baca: Dipicu Sentimen Perang Dagang, Harga Emas Kembali Anjlok)

Sementara itu, Analis Pasar OANDA, Jeffrey Halley menilai kekhawatiran investor terhadap perekonomian AS, pertumbuhan perdagangan global dan kehancuran pasar ekuitas menyebabkan mereka mengalihkan aset mereka ke aset safe haven.

"Emas jelas digunakan sebagai lindung nilai terhadap volatilitas di pasar lain," ujarnya.

Investor akan mencermati data pekerja dan nonfarm payrolls yang akan dirilis pemerintah AS hari ini.

Adapun sebuah survei sebelumnya menunjukkan aktivitas manufaktur di Amerika Serikat jatuh ke level lebih dari 10 tahun pada September. Hal ini langsung direspons negatif oleh dolar hingga mencapai level terendah dalam sepekan terhadap mata uang euro dan yen.

 

 

 

 

 

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan