Investor Asal Korea Selatan Ikut Investasi di Bukalapak

Penulis: Desy Setyowati

4/10/2019, 11.37 WIB

Penggalangan dana ini disebut-sebut membuat valuasi Bukalapak mencapai lebih dari US$ 2,5 miliar.

Investor asal Korea Selatan terlibat dalam putaran pendanaan yang digalang Bukalapak.
Katadata/Desy Setyowati
Ilustrasi, Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky dalam konferensi pers ulang tahun ke-9 Bukalapak di Jakarta, Kamis (10/1). Investor asal Korea Selatan terlibat dalam putaran pendanaan yang digalang Bukalapak.

Unicorn Tanah Air Bukalapak mengatakan bahwa perusahaan asal Korea Selatan, Shinhan Financial Group Co Ltd bergabung dalam putaran pendanaan terbaru. Penggalangan dana ini disebut-sebut membuat valuasi Bukalapak mencapai lebih dari US$ 2,5 miliar.

Namun, Bukalapak tidak mengungkapkan nilai investasi yang akan diterimanya. “Peserta lain yang ikut dalam putaran pendanaan ini, termasuk di antaranya konglomerat media di Indonesia, Emtek,” demikian kata Bukalapak dikutip dari Reuters, Jumat (4/10).

Sebelumnya, Bukalapak telah mengantongi suntikan pendanaan dari berbagai sumber seperti Ant Financial, Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, GIC dan Grup Emtek.

(Baca: Meski ada PHK, Bukalapak Tetap Rekrut Karyawan Baru)

Dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 27 Mei 2019, PT Kreatif Media Karya (KMK) yang dimiliki 99,9% oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek). KMK tercatat memiliki 35,17% dari total saham Bukalapak.

Putaran pendanaan terakhir dikantongi Bukalapak pada Januari 2019 lalu. Saat itu, Bukalapak mengumumkan masuknya tambahan modal dari Mirae Asset Daewoo dan Naver Asia Growth Fund senilai US$ 50 juta atau sekitar Rp 706,6 miliar.

Kemudian,  Co-Founder sekaligus Presiden Bukalapak M Fajrin Rasyid menyatakan, investor akan kembali menyutikan dana tambahan. "Dalam waktu dekat, iya (investor siap untuk suntik dana)," kata Fajrin pada Februari lalu.

(Baca: Bukalapak Kantongi Modal Rp 706,6 Miliar dari Mirae Asset dan Naver)

Perusahaan e-commerce ini juga sempat menjadi perbincangan, karena melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Namun, unicorn keempat Indonesia itu membantah keputusan tersebut sebagai gejala adanya masalah dalam perusahaan.

Dalam pernyataan resminya, PHK karyawan Bukalapak disebut sebagai salah satu strategi perusahaan agar dapat menjaga keberlanjutan bisnisnya. Bukalapak ingin menjadi unicorn pertama yang mencetak laba.

Chief of Strategy Officer of Bukalapak Teddy Oetomo menjelaskan, meski pertumbuhan transaksi (Gross Merchandise Value/GMV) adalah indikator penting bagi e-commerce, pihaknya ingin membangun bisnis ke tahap lebih jauh.

(Baca: Bukalapak PHK Karyawan, Ada Apa dengan Unicorn ke-4 Indonesia Ini?)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan