Bos Freeport Akan Bertemu Jokowi di Istana Bogor

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ameidyo Daud

7/10/2019, 16.19 WIB

Jokowi akan didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Bambang Gatot.

Jokowi, Freeport, pertambangan.
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (tengah) saat berjabat tangan dengan CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson (kedua kanan) Desember 2018 lalu. Keduanya dijadwalkan bertemu di Istana Bogor hari Senin (7/10).

Chief Executive Officer (CEO) Freeport-McMoran Richard C. Adkerson dijadwalkan akan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Senin (7/10).

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Bambang Gatot mengatakan dirinya dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan akan mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut. Namun ia tidak menjelaskan detail apa yang akan dibahas Jokowi dengan Adkerson.

"Pertemuan biasa saja, courtesy call," ujar Bambang di Gedung Kementerian ESDM, Senin (7/10).

(Baca: Papua Kembali Ricuh, Aktivitas Freeport Tak Terganggu)

Sebelumnya, Jonan juga pernah memanggil petinggi Freeport McMoran Inc pada 2018 lalu. Pemanggilan tersebut menjelang berakhirnya Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang dimiliki Freeport Indonesia.

Sedangkan ESDM telah menambah kuota ekspor PT Freeport Indonesia menjadi 700 ribu ton dan berlaku hingga 8 Maret 2020. Dengan begitu, Freeport mendapat tambahan kuota ekspor sekitar 500 ribu ton.

Pemberian tambahan kuota tersebut sebenarnya lebih tinggi dari kuota ekspor yang diajukan Freeport Indonesia. Sebelumnya pemerintah menyebut Freeport Indonesia meminta tambahan kuota ekspor sebesar 200 ribu hingga 300 ribu ton.

(Baca: Kementerian ESDM Tambah Kuota Ekspor Freeport Jadi 700 Ribu Ton)

Freeport juga membuka peluang bermitra dengan perusahaan lain untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter) di Gresik, Jawa Timur. Vice President Corporate Communication Freeport Indonesia Riza Pratama menjelaskan, opsi ini merupakan yang paling baik karena dapat mengutungkan kedua pihak secara finansial.

"Mau ada partner atau tidak tetep harus bangun. Tapi kalau ada partner, kami tentu mau," ujar Riza Mei lalu.

 

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan