Emiten Motor Listrik IPO, Gaya Abadi Targetkan Penjualan Naik 150%

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Happy Fajrian

7/10/2019, 14.04 WIB

Produsen motor listrik Gaya Abadi Sempurna Tbk resmi melantai di bursa dan meraih dana segar Rp 57,5 miliar.

produsen kendaraan listrik, ipo, emiten kendaraan listrik, motor listrik, kendaraan listrik
Katadata
Ilustrasi motor listrik. Produsen motor listrik Gaya Abadi Sempurna Tbk resmi melantai di bursa dan meraih dana segar Rp 57,5 miliar. Tahun ini perusahaan menargetkan penjualan 4.000 unit motor listrik sedangkan tahun depan penjualan ditargetkan naik 150% menjadi 6.000 unit.

Produsen motor listrik PT Gaya Abadi Sempurna Tbk resmi melantai di bursa melalui skema penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dengam melepas 500 juta saham ke publik. Dari IPO ini, emiten ini meraup dana segar Rp 57,5 miliar yang akan digunakan untuk ekspansi anak usahanya dalam memproduksi komponen kendaraan listrik.

Direktur Keuangan Wilson NG menyatakan pasar komponen kendaraan listrik akan semakin baik, seiring dengan berkembangnya motor listrik. Ini sejalan dengan dorongan pemerintah melalui subisdi maupun regulasi terkait kendaraan listrik.

Wilson mengatakan bahwa perusahaan tahun ini menargetkan penjualan kendaraan listrik dapat mencapai 4.000 unit, dan tahun depan penjualan ditargetkan akan meningkat hingga 1,5 kali lipat atau bisa mencapai sekitar 6.000 unit.

"Roda dua perkembangannya bagus, terutama sepeda motor listrik akan jadi fokus kami di 2020 ini. Kami optimis kapasitas kami akan terpakai," kata Wilson saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (7/10).

(Baca: IHSG Berpotensi Naik Lagi, Saham-Saham Ini Layak Dicermati Investor)

Melalui anak usahanya yaitu PT Juara Bike, perusahaan ini telah memasarkan produk motor dan sepeda listrik dengan kapasitas 2.000 watt di Pulau Jawa. Produk ini menyasar segmen kelas bawah dengan harga mulai dari Rp 4-40 juta.

Wilson menambahkan dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) kendaraan listrik bisa menimbulkan kesadaran bagi masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik. "Tantangannya itu awareness, dengan perpres itu bisa mempercepat proses adopsi kendaraan listrik," ujarnya.

Perseroan menargetkan laba pada tahun ini sebesar Rp 20-30 miliar, dengan pendapatan Rp 400 miliar. Pendapatan komponen elektronik menyumbang 70% dari total pendapatan, sedangkan kendaraan listrik menyumbang 30%. Ditargetkan pada tahun depan, pendapatan akan meningkat menjadi Rp 530 miliar, dan laba mencapai Rp 40 miliar.

Adapun aset perseroan hingga April 2019 sebesar Ro 256,96 miliar. Hingga April tahun ini nilai penjualan tercatat Rp 100,2 miliar, atau naik 19.12% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu (year on year/yoy), sedangkan laba bersih meningkat 28,21% yoy menjadi Rp 6,94 miliar.

(Baca: IEMS 2019, Pameran Kendaraan Listrik Pertama Segera Digelar)

Perusahaan yang didirikan pada 26 September 1996 ini merupakan pengembang kendaraan listrik dan produk elektonik dengan pasar dalam negeri. Sedangkan anak usahanya yakni PT Juara Bike bergerak dibidang fabrikasi kendaraan listrik.

Perseroan juga melakukan pembelian barang secara impor dan perdagangan bahan baku barang elektronik seperti komponen elektronik dan elektrik dengan produk akhir seperti kipas angin, tusuk kontak, sakelar listrik, dan bola lampu merek JUARA.

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan