Kepala BKPM Proyeksi Shortfall Pajak Tahun Ini Capai Rp 200 Triliun

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

7/10/2019, 21.45 WIB

Pemerintah menargetkan penerimaan pajak dalam APBN 2019 mencapai Rp 1.577,56 triliun.

pajak, penerimaan pajak, apbn 2019
Katadata | Arief Kamaludin
Ilustrasi. Pemerintah menargetkan penerimaan pajak dalam APBN 2019 mencapai Rp 1.577,56 triliun.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut penerimaan pajak pada tahun ini akan berada di bawah target dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1.577,56 triliun. 

"Kondisi APBN cukup ketat. Jadi, per hari ini kelihatannya outlook APBN 2019 itu kita mungkin meleset dari target penerimaan pajak sampai kehilangan Rp 200 triliun," kata Thomas saat ditemui di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (7/10).

Ia menjelaskan penerimaan pajak akan sulit tercapai akibat kondisi ekonomi global yang tak menentu. Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah berupaya agar pembangunan proyek-proyek infrastruktur lepas dari APBN. 

"Target penerimaan pajak cukup jauh dan sulit. Jadi kita harus kerja ekstra keras untuk menggandeng modal dari swasta. Terutama untuk mendanai program infrastruktur ke depannya," kata dia.

(Baca: Google Harap Pemerintah Buat Aturan Cerdas soal Pajak Digital)

Di sisi lain, Thomas menyebut perilaku petugas pajak saat ini cukup menghambat investasi . Menurut dia, banyak keluhan dari para investor yang mengatakan bahwa para petugas pajak seringkali meminta perusahaan atau investor untuk membayar pajak terlebih dahulu tanpa kompromi.  

Jika ada keberatan, menurut dia,  petugas pajak menyarankan investor mengajukan keberatannya ke pengadilan pajak.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga Agustus 2019 mencapai Rp 801,02 triliun atau 50,78% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp 1.577,56 triliun. Angka tersebut tumbuh 0,21% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 799,46 triliun.

(Baca: Dua Indikator Ekonomi Selama Pemerintahan Jokowi Tak Capai Target)

Secara rinci, realisasi pertumbuhan tertinggi terdapat pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak lainnya yang sebesar 52,41% menjadi Rp 18,94 triliun. Sementara pertumbuhan lainnya terdapat pada pajak penghasilan (PPh) Migas yang sebesar 3,97% (yoy) menjadi Rp 454,78 triliun.

Namun, PPh Nonmigas mengalami pertumbuhan negatif 6,22% (yoy) menjadi Rp 39,42 triliun. Selain itu, pertumbuhan negatif juga dialami pada Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar -6,36% (yoy) menjadi Rp 288,01 triliun.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan