Lembaga Konsumen Minta Kemendag Jaga HET Minyak Goreng Kemasan

Penulis: Ekarina

7/10/2019, 15.16 WIB

YLKI juga meminta pemerintah agar konsisten menjaga HET minyak goreng kemasan dan memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang melanggar.

Minyak Goreng
Katadata | Agung Samosir

Kementerian Perdagangan akan melarang penggunaan minyak goreng curah dan digantikan dengan minyak goreng wajib kemasan mulai 1 Januari 2020. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah tetap menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET) dikisaran Rp 11.000 per liter, sama seperti harga yang dipatok saat ini guna menjaga daya beli konsumen. 

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, mengatakan dari sisi perlindungan konsumen dan atau aspek keamanan pangan, kebijakan ini bisa dimengerti. Sebab secara fisik, minyak goreng dalam kemasan dinilai lebih aman dan kecil kemungkinan terkontaminasi zat berbahaya lain yang tidak layak konsumsi.

Minyak goreng  kemasan juga dinilai lebih tahan lama dibanding minyak curah.  Namun, YLKI memberikan catatan terhadap kebijakan tersebut.

(Baca: Minyak Goreng Wajib Kemas Mulai 2020, Penjualan Jenis Curah Disetop)

Pertama, mereka meminta harga minyak goreng dalam kemasan tetap terjangkau. "Minyak goreng adalah kebutuhan pokok masyarakat. Bukan hanya untuk keperluan domestik rumah tangga, tetapi juga untuk keperluan bisnis unit kecil menengah (UKM)," kata Tulus dalam keterangan resmi, Senin (7/10).

YLKI juga meminta pemerintah  agar konsisten menjaga HET minyak goreng kemasan dan memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang melanggar. Pasalnya, selama ini banyak komoditas  yang telah memiliki HET, seperti gula, tetapi harga di lapangan melewati harga HET, dan tak ada sanksi.

Kemudian, lembaga konsumen ini juga meminta pemerintah mengimbau produsen minyak goreng untuk menggunakan kemasan ramah lingkungan, untuk mengurangi dampak plastik.

"Munculnya minyak goreng wajib kemasan, akan meningkatkan konsumsi atau distribusi plastik, dan menghasilkan sampah plastik," katanya.

Dengan menggunakan kemasan, maka minyak goreng kemasan juga diimbau harus mengutamakan aspek perlindungan konsumen, seperti dengan mencantumkan informasi kadaluwarsa, label halal dan informasi kandungan gizi.

Hal tersebut sebagaimana mengacu pada mandat Undang-Undang (UU)  No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU tentang Pangan, dan UU Jaminan Produk Halal.

(Baca: Kadin: Larangan Minyak Curah Bukan Hanya Untungkan Pengusaha Besar)

Terakhir, pihaknya pun meminta pemerintah untuk menjamin kualitas minyak goreng curah yang dijual kemasan sesuai dengan standar mutu minyak goreng kemasan bermerek dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan akan memberlakukan kebijakan minyak goreng wajib kemas mulai 2020. Langkah ini dilakukan untuk penyediaan produk yang lebih terjamin mutu maupun keamanan.

Program tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

“Untuk itu, seluruh pelaku usaha wajib menjual minyak goreng kepada konsumen dalam keadaan terkemas dan memenuhi ketentuan yang berlaku," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (6/10).

Adapun kebijakan minyak goreng wajib kemas semestinya teralisasi pada 1 April 2017. Namun, implementasi kebijakan ditunda karena produsen minyak goreng belum siap untuk memperluas unit pengemasan dan menumbuhkan industri pengemasan di daerah.

Sejauh ini, penggunaan minyak goreng curah masih sangat besar. Sementara total produksi minyak goreng nasional, menuurt Enggar sekitar 14 juta ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, alokasi untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri sekitar 5,1 juta ton dan sisanya untuk kebutuhan pasar luar negeri.

"Dari kebutuhan dalam negeri hampir 50% masih dikonsumsi dalam bentuk minyak goreng curah yang belum terjamin kebersihannya, baik dari sisi produksi maupun sisi distribusi," ujarnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan