IHSG Ditutup Naik 0,65% Meski Investor Asing Jual Saham Rp 185 Miliar

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Agustiyanti

8/10/2019, 17.51 WIB

IHSG pada perdagangan hari ini, Selasa (8/10) ditutup menguat 0,65% ke level 6.039,6.

Ihsg
ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO
Ilustrasi. IHSG pada perdagangan hari ini, Selasa (8/10) ditutup menguat 0,65% ke level 6.039,6.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (8/10) ditutup menguat 0,65% ke level 6.039,6. IHSG berhasil menguat meski asing tercatat melakukan jual bersih. 

Pada perdagangan hari ini, investor asing mencatatkan jual bersih di seluruh pasar senilai Rp 185,8 miliar. Asing melakukan jual bersih pada pasar reguler sebesar Rp 103,04 miliar dan Rp 82,76 miliar pada  pasar negosiasi dan tunai. 

Pada hari ini, volume saham yang diperdagangan tercatat sebanyak 15,05 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,78 triliun, dan frekuensi 478 ribu kali. Tercatat ada 229 saham naik, 167 saham terkoreksi, dan 155 saham tagnan.

Analis Royal Investium Sekuritas Janson Nasrial menjelaskan kenaikan IHSG sebenarnya lebih disebabkan oleh faktor teknikal. Selain itu, faktor eksternal juga turut mempengaruhi. 

"Lebih karena faktor teknikal rebound semata dan sedikit faktor ekternal," kata Analis Royal Investium Sekuritas, Janson Nasrial saat dihubungi oleh Katadata.co.id, Selasa (8/10).

(Baca: Katadata Market Index: IHSG Oktober Bearish karena Ekonomi Domestik)

Menurut Janson, faktor eksternal yang dimaksud yakni adanya progres dari kelanjutan negosiasi dagang AS dengan Tiongkok. Kedua negara tersebut berencana untuk membicarakan beberapa isu penting pada pertemuan 10-11 Oktober mendatang di Washington DC. 

Dihubungi secara terpisah, Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai, sebenarnya terdapat peluang kedua negara tersebut untuk berdamai, meski pemerintah AS baru saja menambahkan 28 entitas Tiongkok dalam daftar hitam.

"Ini menyusul laporan yang menyebutkan bahwa pemerintah Tiongkok berpotensi menyetujui beberapa poin kesepakatan dengan pemerintah AS," kata Josua kepada Katadata.co.id, Selasa (8/10).

(Baca: Rupiah Melemah Tipis ke 14.161 per Dolar AS Terbantu Intervensi BI)

Di sisi lain, Analis Indopremier Sekuritas Mino mengatakan sentumen eksternal tersebut sebenarnya tak terlalu berpengaruh pada pergerakan IHSG hari ini.  "Langkah AS (menambah daftar hitam perusahaan Tiongkok), saya rasa tidak berpengaruh terhadap Indonesia dan IHSG," kata Mino ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, hari ini.

Selain teknikal rebound, dia menilai IHSG hari ini yang ditutup naik juga disebabkan oleh harga minyak kelapa sawit mentah alias crude palm oil (CPO) yang hari ini bergerak positif. Berdasarkan data Bloomberg, CPO kontrak pengiriman Desember 2018 naik 0,65% ke posisi 2.174 ringgit pada 11.29 WIB.

Sejalan dengan kenaikan IHSG, saham-saham di beberapa bursa negara Asia tercatat ikut ditutup pada zona hijau. Nikkei 225 naik 0,99%, Hang Seng naik 0,28%, Shanghai Composite naik 0,29%, termasuk Strait Times juga naik 0,37%.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan