Peminjam di Fintech Lending 24 Kali Lebih Banyak daripada Investor

Penulis: Desy Setyowati

8/10/2019, 18.20 WIB

Tingkat Wan-Prestasi (TWP) atas pinjaman di fintech lending mencapai 3,06%, jauh lebih tinggi ketimbang akhir tahun lalu yang hanya 1,45%.

Jumlah peminjam di fintech lending 24 kali lebih banyak ketimbang pemberi pinjaman.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi Tanamduit di acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center,  Jakarta (23/9). Jumlah peminjam di fintech lending 24 kali lebih banyak ketimbang pemberi pinjaman.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, jumlah peminjam di teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) mencapai 12,8 juta per Agustus 2019. Jumlah tersebut 24 kali lebih banyak ketimbang pemberi pinjaman atau investor.

Jumlah peminjam di fintech pembiayaan tumbuh 194,4% sejak awal tahun (year to date/ytd). Pada akhir tahun lalu, jumlah peminjamnya 4,4 juta.

Mayoritas peminjam berdomisili di Pulau Jawa, yakni 10,64 juta atau tumbuh 190,3% ytd. Sedangkan borrower di luar Pulau Jawa tumbuh 215,3% ytd menjadi 2,2 juta.

Sedangkan jumlah pemberi pinjaman (lender) tumbuh 155,6% ytd, dari 207.507 pada akhir tahun lalu menjadi 530.385. Investor di Pulau Jawa meningkat 184,4% menjadi 441.508. Di luar Pulau Jawa, jumlahnya tumbuh 70,1% menjadi 85.528. Sedangkan di negara lain tumbuh 67,8% menjadi 3.349.

Secara total, penyaluran pinjaman melalui fintech lending mencapai Rp 54,7 triliun per Agustus. Nilai tersebut tumbuh 141,4% dibanding akhir tahun lalu yang sebesar Rp 22,7 triliun.

(Baca: Satgas Waspada Investasi Tindak 1.477 Fintech Ilegal)

Pinjaman paling besar disalurkan ke peminjam di Pulau Jawa, yakni Rp 46,97 triliun atau tumbuh 139,4% ytd. Sedangkan di luar Pulau Jawa nilainya hanya Rp 7,74 triliun atau tumbuh 154% ytd.

Berdasarkan catatan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), tingkat keberhasilan pengembalian pada hari ke-90 (TKB90) mencapai 96,94%. Sedangkan Tingkat Wan-Prestasi (TWP) atas pinjaman di sektor ini mencapai 3,06%, jauh lebih tinggi ketimbang akhir tahun lalu yang hanya 1,45%.

“Data ini ditampilkan untuk meningkatkan transparansi sekaligus membantu calon pemberi pinjaman (lender) untuk mengetahui risiko penempatan dananya,” demikian dikutip dari siaran resmi AFPI, Selasa (8/10).

Dari hasil kajian AFPI bersama Institute for Development of Economics and Finance (Indef), fintech pembiayaan berkontribusi Rp 60 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Berdasarkan kajian itu, industri ini menambahkan 362 ribu lapangan pekerjaan baru dan mengentaskan kemiskinan hingga 177 ribu orang per akhir 2019.

Setidaknya, ada 127 fintech lending yang terdaftar di OJK per 7 Agustus 2019. Otoritas keuangan ini mengimbau konsumen untuk menggunakan layanan fintech pembiayaan yang terdaftar di OJK.

(Baca: Kolaborasi Fintech Lending dan BPR Berpotensi Turunkan Bunga Pinjaman)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan