Polisi Periksa Saksi Selidiki Kematian Aktivis Walhi Sumut

Penulis: Antara

Editor: Yuliawati

8/10/2019, 15.07 WIB

Polisi telah memeriksa beberapa saksi dalam kasus meninggalnya Golfrid Siregar.

Walhi, aktivis meninggal dunia
KATADATA | Ajeng Dinar Ulfiana
Treatikal dari sejumlah mahasiwa mewarnai aksi unjuk rasa menolak kriminalisasi aktivis lingkungan hidup di depan Istana, Jakarta Pusat, (11/12).

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan memanggil beberapa saksi terkait penyelidikan kematian Golfrid Siregar, seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan juga advokat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Pjs Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto, mengatakan sudah ada beberapa orang saksi yang diperiksa untuk dimintai keterangannya. "Ada satpam dan istri korban yang sudah kita mintai keterangan. Insya Allah hari ini ada bertambah saksi yang akan diperiksa," kata Eko, Selasa (8/10) dikutip dari Antara.

(Baca: Rugikan Petani, Walhi Bakal Gugat UU Sistem Budidaya Pertanian ke MK)

Jenazah korban diautopsi pada Senin (7/10) malam di RS Bhayangkara Medan. Usai autopsi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Tiga Dolok untuk proses pemakaman.

Golfrid Siregar menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Minggu. Sebelumnya, ia sempat dikabarkan hilang sejak Rabu (2/10).

Golfrid ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di fly over Simpang Pos Jalan Jamin Ginting Padang Bulan, pada Kamis (3/10) sekitar pukul 01.00 dini hari.

Ia ditemukan oleh tukang becak yang kemudian membawa korban ke RS Mitra Sejati lalu diarahkan untuk ditangani ke RSUP Haji Adam Malik.

(Baca: Walhi Kritik Program Pemerintah Buka Sejuta Hektare Sawah di Papua)

Pihak Walhi Sumut menilai banyak kejanggalan dari peristiwa yang menimpa almarhum Golfrid, di antaranya kepala korban mengalami luka serius seperti dipukul keras dengan senjata tumpul.
 
"Selain bagian kepala, bagian tubuhnya tidak mengalami luka yang berarti. Sementara itu barang-barang korban seperti tas, laptop, dompet dan cincin juga raib," kata Direktur Walhi Sumut Dana Prima Tarigan kepada wartawan Senin dini hari.
 
Prima menyebut, Golfrid bukanlah korban kecelakaan lalu lintas biasa seperti yang disangka kepolisian. Dia menilai ada indikasi aktivis tersebut menjadi korban kekerasan oleh oknum dengan motivasi tertentu.
 
Untuk itu, lanjutnya, Walhi Sumut mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas penyebab kejadian yang menimpa Golfrid.
 
"Jika polisi serius, maka tidak akan sulit untuk mengungkapnya. Hal ini mengingat kejanggalan yang secara kasat mata terlihat, dari luka-luka yang dialami almarhum," kata Dana.

(Baca: Koalisi Masyarakat Minta Jokowi Batalkan PK Kasus Kebakaran Hutan )

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan