IHSG Melemah Tipis ke 6.029 Dibayangi Sentimen Perang Dagang

Penulis: Agustiyanti

9/10/2019, 18.04 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,44 atau 0,17% ke posisi 6.029.

ihsg, perang dagang, berita terkini
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,44 atau 0,17% ke posisi 6.029.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,44 atau 0,17 % ke posisi 6.029. Pelemahan IHSG antara lain tertekan turunnya indeks saham pada sektor konsumer.

Mengutip data RTI Infokom, IHSG hari ini dibuka di level 6.030 dan diperdagangkan pada rentang 6.017-6.047. Sebanyak 201 saham naik, 189 saham turun, sedangkan 150 saham tak bergerak.

Dari sepuluh sektor indeks saham, enam di antaranya masuk ke zona merah, sedangkan empat lainnya berada di zona hijau.

(Baca: Global Lesu, Darmin Sebut Ekonomi RI Lebih Aman Dibanding Singapura)

Adapun saham sektor konsumer tercatat melemah paling dalam mencapai 1,07%, di susul sektor aneka industri 0,94%, dan manufaktur 0,84%. Sementara itu, indeks saham sektor agri berhasil menguat 1,67% dan pertambangan naik 0,92%.

Pada perdagangan hari ini, investor asing banyak melepas saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Namun, asing masih gencar membeli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

(Baca: IHSG Diramal Lanjutkan Kenaikan, Saham Bank BUMN Banyak Direkomendasi)

Mayoritas bursa saham Asia pada perdagangan hari ini juga ditutup melemah. Nikkei melemah 0,61%, Hang Seng turun 0,81%, STI Index loyo 0,67%, sementara Shanghai Composite Index menguat 0,39%. 

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus  sebelumnya memperkirakan perkembangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok menjadi salah satu sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. 

Perundingan dagang AS-Tiongkok berpotensi gagal untuk mencapai kesepakatan. Pasalnya, pemerintah AS telah menambah 28 perusahaan Tiongkok ke dalam daftar hitam entitas yang dilarang melakukan bisnis dengan perusahaan asal AS. 

(Baca: Perang Dagang AS-Tiongkok Memanas, Rupiah Melemah Tipis)

Pemerintah AS menilai entitas Tiongkok tersebut dinilai turut berperan dalam pelanggaran hak asasi manusia. Nico menilai, langkah AS tersebut akan membuat tensi pertemuan antara kedua negara, yang dijadwalkan berlangsung pada pekan ini di Washington DC, AS, menjadi panas.

"Tiongkok tidak akan tinggal diam melihat perusahaannya kembali dimasukkan dalam daftar blacklist Amerika," kata Nico Demus.

Akibat memanasnya perang dagang, nilai tukar rupiah pada perdagangan di pasar spot sore ini juga melemah 0,08 % ke posisi Rp 14.172 per dolar AS.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan