IMF Hitung Kerugian akibat Perang Dagang Setara Ekonomi Swiss

Penulis: Agustiyanti

9/10/2019, 16.10 WIB

IMF menyebut perang dagang AS dan Tiongkok berpotensi menggerus produk domestik bruto (PDB) dunia pada tahun depan sebesar US$ 700 miliar.

imf, ekonomi global
Arief Kamaludin | KATADATA
Ilustrasi. IMF menyebut perang dagang AS dan Tiongkok berpotensi menggerus produk domestik bruto (PDB) dunia pada tahun depan sebesar US$ 700 miliar.

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali mengingatkan dampak buruk perang dagang yang berlarut-larut antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Menurut IMF, perang dagang berpotensi menggerus produk domestik bruto (PDB) dunia pada tahun depan sebesar US$ 700 miliar.

"Sudah jelas semua pihak akan rugi dalam perang dagang. Untuk ekonomi global, perang dagang akan menciptakan kerugian secara akumulatif mencapai US$ 700 miliar atau 0,08% PDB pada 2020," ujar Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dikutip dari laman resmi IMF, Rabu (9/10).

Georgieva yang resmi menggantikan Christine Lagarde mulai 1 Oktober lalu menyebut, kerugian tersebut setara dengan perekonomian Swiss. Berdasarkan data IMF, PDB Swiss pada tahun lalu mencapai US$ 707 miliar.

 (Baca: Global Lesu, Darmin Sebut Ekonomi RI Lebih Aman Dibanding Singapura)

Perkiraan kerugian tersebut meningkat dibanding proyeksi IMF sebelumnya yang disampaikan Lagarde sebesar US$ 450 miliar atau setara 0,5% PDB dunia. Sementara itu, IMF memproyeksi dunia kehilangan PDB sebesar hampir US$ 500 miliar pada tahun ini.

Menurut Georgieva, hampir 90% negara di dunia akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Kondisi ini berbanding terbalik dari dua tahun lalu yang menunjukkan kenaikan pertumbuhan pada hampir 75% negara di dunia.

"Pekan depan, kami akan merilis outlook ekonomi dunia yang menunjukkan penurunan proyeksi untuk 2019 dan 2020," kata dia.

(Baca: AS Lobi Pemerintah, Visa dan Mastercard Dapat Kelonggaran GPN?)

Oleh karena itu, menurut Georgieva, penting untuk menyelesaikan sengketa dagang antara AS dan Tiongkok yang diakui sulit.

"Ini (kesepakatan dagang) membutuhkan keputusan dan kemauan politik yang sulit. Tapi itu sepadan. Kita membutuhkan perubahan nyata," kata dia.

Sementara menurut riset Fitch Ratings dan Oxford Economics, eskalasi perang dagang menjadi ancaman nyata bagi pertumbuhan global tahun depan. Di antara 20 negara terbesar di dunia, Meksiko dinilai paling terpengaruh oleh perang dagang, seperti terlihat dalam databooks di bawah ini. 

Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sebenarnya berencana melakukan pertemuan untuk membahas kesepakatan dagang pada 10-11 Oktober 2019 di Washington DC, AS.  Namun kemarin, pemerintah AS menambah jumlah perusahaan Tiongkok yang masuk daftar hitam perusahaan yang tak bisa berbisnis dengan perusahaan Negara Paman Sam itu.

Kebijakan tersebut dinilai banyak pihak meningkatkan ketegangan hubungan antara AS-Tiongkok menjelang negosiasi. Pemerintah Tiongkok pun dikabarkan menunjukkan sikap yang semakin enggan untuk menyepakati perjanjian dagang yang diajukan Presiden Donald Trump. Ekonomi global juga makin tak pasti dengan perang dagang yang dilancarkan AS kepada Uni Eropa. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan