Riset UI: Tokopedia Kerek Penjualan Pengusaha Lokal Hingga 22%

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Agustiyanti

10/10/2019, 22.38 WIB

Kenaikan penjualan berkat platform Tokopedia mayoritas dialami pelaku usaha di luar pulau Jawa.

tokopedia
Katadata
Wakil Direktur LPEM FEB UI Kiki Verico dalam Diskusi Publik "Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia" di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (10/10)

Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyebut bahwa perusahaan dagang online  (e-commerce ) Tokopedia mampu meningkatkan penjualan pelaku usaha lokal secara nasional sebesar 22% pada 2018. Kenaikan penjualan mayoritas dialami pelaku usaha di luar pulau Jawa.

Wakil Direktur LPEM FEB UI Kiki Verico mengatakan, penjualan pengusaha lokal naik di wilayah Jambi, Lampung, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara masing-masing sebesar 41,88%, 34,27%, 35,71%, 55,09%, dan 36,67%. 

"Angka 22% itu besar sekali karena kalau pertumbuhan ekonomi 5 %, ini (kenaikkannya) bisa 4 kali lipat terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar Kiki dalam acara Super Ecosystem Tokopedia di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (10/10).

Kiki melanjutkan, riset itu juga menemukan bahwa ada lima provinsi yang mengalami penurunan ongkos transportasi terbesar pada e-commerce tersebut. Kelima provinsi itu antara lain yaki Aceh, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara. 

"Sebarannya terlihat bahwa banyak dari Indonesia dan Timur. Hal ini menunjukkan bahwa inklusivitas ini konsisten, kemudian ada pemahaman mengenai literasi digital," kata dia. 

(Baca: Tokopedia Prediksi Transaksinya Tembus Rp 222 Triliun Tahun Ini)

Dalam kesempatan yang sama, CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan bahwa ada 86,55 % penjual yang baru memiliki usaha melalui Tokopedia.

"Ada pula yang sudah memiliki bisnis secara offline lalu mengembangkan bisnisnya di platform kami secara online sehingga bisa menjangkau pasar di luar daerah mereka beroperasi," kata William.

Menurut dia, transaksi penjualan online  membuka 'jembatan' bagi pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Pasalnya, hasil riset UI terkait Tokopedia menunjukkan bahwa sebaran transaksi itu di luar Jawa sebarannya lebih tinggi dibanding wilayah tersebut. 

(Baca: Sri Mulyani : Nilai Ekonomi Digital di Indonesia Capai US$ 130 Miliar )

Tercatat, 90 % transaksi di wilayah timur Indonesia berasal dari bagian barat dan tengah. Wilayah barat dan tengah masing-masing 56 % dan 33 %. Sementara itu, transaksi intra di wilayah timur mencapai 10 %.

Selanjutnya, 60 % transaksi di wilayah tengah Indonesia berasal dari luar daerah. Wilayah barat dan timur masing-masing 54 % dan 11 %. Sedangkan, transaksi intra di wialyah tengah mencapai 35 %. Adapun transaksi intra wilayah barat tercatat mencapai 53%. 

Sebelumnya, Laporan e-Conomy SEA 2019 mengungkapkan rata-rata pertumbuhan ekonomi digital berada di kisaran 20-30 persen sejak 2015. Negara-negara di Kawasan Asia Tenggara mampu bertahan di tengah persaingan global. Indonesia dan Vietnam menjadi dua negara dengan nilai perekonomian digital terbesar seperti terekam dalam databooks di bawah ini. 

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan