Saham PTPP Diprediksi Turun Karena Pemangkasan Target Laba

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Ratna Iskana

10/10/2019, 15.14 WIB

PTPP merevisi target laba bersih 2020 menjadi Rp 1,3 triliun dari target awal Rp 1,5 triliun. Laba PTPP pun diproyeksi turun ke level Rp 1.900/saham.

PTPP
www.bumn.go.id
Ilustrasi, logo PT PP (Persero) Tbk. PT PP memangkas target laba bersih dan pendapatan tahun depan. Revisi target tersebut diproyeksi berdampak pada saham perseroan dengan kode saham PTPP tersebut.

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menargetkan laba bersih perusahaan pada 2020 mencapai Rp 1,3 triliun. Pemangkasan target laba bersih tersebut pun diproyeksi bakal menekan saham PTPP.

Target laba bersih perseroan tahun depan memang lebih rendah 13,3% dari proyeksi awal sebesar Rp 1,5 triliun. Namun target tersebut lebih tinggi 116% dibandingkan tahun ini yakni Rp 600 miliar.

Mirae Asset Sekuritas menyatakan pemangkasan laba tersebut mempengaruhi nilai saham pada 2020 menjadi Rp 1.900 per saham yang awalnya bisa mencapai Rp 2.100. Namun harga tersebut lebih tinggi jika dibandingkan pada pergerakan saham perseroan siang ini yang hanya sebesar Rp 1.595.

"Kami meluncurkan basis penilaian di 2020 dan memperoleh target harga baru sebesar Rp 1.900 per saham, kami rekomendasikan untuk beli," seperti dikutip dari Laporan Mirae Asset Sekuritas, Kamis (10/10).

(Baca: Rencana PTPP Akuisisi Anak Krakatau Steel Temui Jalan Buntu)

Pemangkasan laba bersih tersebut disebabkan oleh penurunan target pendapatan PTPP tahun depan menjadi Rp 29,2 triliun. Padahal target pendapatan perseroan awalnya mencapai Rp 32,3 triliun.

Adapun gross margin tetap berada di level 13,8%. Sedangkan bunga yang lebih rendah karena turunnya pendapatan mendorong turunnya net margin dari 4,5% menjadi 4,3%.

PTPP telah menyatakan pemangkasan target kontrak baru pada tahun ini dari Rp 50,3 triliun menjadi Rp 45 triliun. Kondisi tersebut menyebabkan target pendapatan perseroan tahun ini berkurang dari Rp 30 triliun menjadi Rp 28 triliun.

Penyebabnya karena mundurnya lelang proyek pemerintah dan swasta. "Proyek tahun ini yang di-cancel mungkin dialihkan ke tender tahun depan. Jadi itu pertimbangan kami," kata Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat saat ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/10).

Hingga September 2019, PTPP mencatat kontrak baru sebesar Rp 23 triliun. Proyeknya meliputi pembangunan kawasan BUMN Center yang terdiri dari Gedung Garuda, Gedung Danareksa, dan Gedung Telkom.

(Baca: Terganjal Lelang, PTPP Pangkas Target Kontrak Baru Jadi Rp 45 Triliun)

PTPP sepertinya masih mengandalkan proyek pemerintah untuk meraih pendapatan. Anggaran pemerintah untuk proyek infrastruktur dalam lima tahun terakhir memang cukup besar.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, pemerintah mengalokasikan dana Rp 415 triliun untuk pembangunan infrastruktur.  Jumlah tersebut meningkat Rp 4,6 triliun (1,1%) dari tahun sebelumnya.

Anggaran infrastruktur yang melalui belanja pusat mencapai Rp 173,8 triliun, adapun yang melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rp 108,2 triliun, dan Kementerian Perhubungan Rp 38,1 triliun. Sementara yang melalui transfer Rp 196,2 triliun dan sisanya Rp 45 triliun melalui pembiayaan. Berikut data anggaran pemerintah untuk proyek infrastruktur dalam lima tahun terakhir :

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan