SKK Migas Sebut Ada Potensi 7,5 Miliar Barel Minyak Siap Dieksplorasi

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

10/10/2019, 14.33 WIB

Jika potensi cadangan minyak tersebut bisa diproduksi, maka Indonesia bisa kembali ke masa keemasan produksi migas.

Dwi Soetjipto, SKK Migas
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Dwi Soetjipto selaku Kepala SKK Migas memberikan paparan dalam acara Sarasehan Migas Nasional ke dua dengan tema "Tren Terkini, Peluang dan Terobosan Industri Migas Indonesia Akses Pendanaan Bagi Industri Hulu Migas Indonesia" di Wisma Utama, Jakarta (10/10). Dwi menyebut masih ada potensi cadangan minyak yang cukup besar di Indonesia.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut Indonesia memiliki potensi minyak sebesar 7,5 miliar barel yang belum tersentuh. Pasalnya kegiatan eksplorasi masih sedikit.

Dari 128 cekungan di Indonesia, hanya 54 cekungan yang sudah dieksplorasi. "Dari 74 cekungan belum tersentuh, ada potensi minyak 7,5 miliar barel. Jadi masih ada di dalam sana potensi sangat besar," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam diskusi Sarahsehan Migas kedua ASPERMIGAS, Kamis (10/10).

Dwi mengatakan jika potensi cadangan minyak tersebut bisa diproduksi, maka Indonesia bisa kembali ke masa keemasan produksi migas. Indonesia mulai mengalami penurunan produksi migas sejak era 90-an.

Di sisi lain dirinya juga memproyeksikan peningkatan produksi migas dalam negeri akan membaik pada lima tahun mendatang. Pasalnya, pihaknya terus berupaya untuk bisa menahan decline atau penurunan produksi secara alamiah dengan kegiatan eksplorasi dan pemanfaatan teknologi lanjutan (enhanced oil recovery/EOR) secara masif.

"EOR kami harapkan bisa langsung berpangaruh pada 2023 dan kemudian eksplorasi," ujar Dwi.

(Baca: SKK Migas Prediksi Potensi Cadangan Gas Blok Mahakam Masih Ada 10 TCF)

Selain EOR, kegiatan eksplorasi sangat penting. Sebab, kegiatan eksplorasi Indonesia sudah tertinggal 10 tahun bila dibandingkan dengan negara lain. Baru pada 2017-2018, Indonesia kembali menggiatkan kegiatan eksplorasi.

Biarpun dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi masih dihadapkan dengan berbagai tantangan.  "Rendahnya stimulasi investasi, cekungan mengalami pergeseran ke timur ke laut dalam, sumur tua dan aturan tumpang tindih. Ini sederet tantangan yang perlu kita hadapi," ujar Dwi.

Dwi pun optimisitis berbagai upaya pemerintah bisa menghasilkan cadangan migas baru yang bisa diproduksikan. Sehingga kejayaan migas Indonesia bisa kembali diraih.

Cadangan migas Indonesia memang terus turun dari tahun ke tahun. Berdasarkan data BP, cadangan minyak terbukti Indonesia menunjukkan tren penurunan. Pada 1980, cadangan minyak Indonesia mencapai 11,6 miliar barel namun pada 2017 tinggal 3,17 miliar barel. Angka tersebut di bawah Malaysia (3,6 miliar barel) maupun Vietnam (4,4 miliar barel).

Turunnya cadangan minyak tersebut  salah satunya disebabkan oleh berkurangnya aktivitas eksplorasi , baik untuk offshore maupun onshore. Pada 2011, realisasi pengeboran sebanyak 79 sumur, namun pada 2017 tinggal 48 sumur. Investasi di sektor migas membutuhkan dana yang sangat besar, terlebih lagi cadangan minyak nasional berada di lautan menjadi kendala eksplorasi. Berikut data cadangan minyak terbukti di Indonesia :

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan