Usai Penusukan Wiranto, DPR Minta Pengamanan Pejabat Negara Dievaluasi

Penulis: Ekarina

10/10/2019, 16.25 WIB

Nasir berharap pemerintah segera mengusut kasus penusukan Menkopohukam Wiranto secara profesional.

Menko Polhukam Wiranto seusai memberikan keterangan pers terkait klarifikasi pernyataan tentang gempa Maluku, di Media Center Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (4/10/2019).
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Menko Polhukam Wiranto seusai memberikan keterangan pers terkait klarifikasi pernyataan tentang gempa Maluku, di Media Center Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil meminta standar pengamanan terhadap pejabat negara dievaluasi. Hal ini diungkapkan usai terjadinya penyerangan terhadap Menteri koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto saat menghadiri acara di Pandeglang, Banten.

"Penusukan terhadap pejabat negara itu menunjukkan bahwa standar operasional pengamanan tidak dijalankan sebagaimana mestinya," katanya di Jakarta, Kamis (10/10).

Nasir berharap pemerintah segera mengusut kasus penusukan Menkopohukam Wiranto secara profesional. Sehingga, nanti akan diketahui apakah prosedur pengamanan terhadap pejabat negara telah dilakukan sesuai standar.

(Baca: Menkopolhukam Wiranto Hendak Ditusuk Saat Kunjungan ke Banten)

Berkaca dari kejadian tersebut, Nasir pun mengharapkan agar pejabat-pejabat pemerintah lebih berhati-hati dan memperhatikan pengamanan saat melakukan kunjungan lapangan.

"Sungguh disayangkan pejabat sekelas Menko bisa mengalami penusukan. Karena itu, wajib dievaluasi dan diambil tindakan hukum yang tegas kepada tim pengamanan yang melekat kepada Menko Polhukam," ujarnya.

Dia pun menyampaikan rasa prihatin atas penusukan yang dialami oleh Wiranto dan berharap Wiranto segera pulih dan tidak mengalami luka serius. Selain itu, dia juga meminta agar pelaku agar bisa diproses secara hukum.

Polres Pandeglang dikabarkan  langsung mengamankan kedua pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto.

Berdasarkan informasi yang didapat, kedua orang pelaku penusukan yang diamankan atas nama Fitri Andriana binti Sunarto dan Syahril Alamsyah.

Fitri Andriana diketahui sebagai warga Desa Sitanggai Kecamatan Karangan Kabupaten Brebes, namun saat ini berdomisilii di Kampung Sawah Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.  Sedangkan Syahril tercatat sebagai warga Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara.

Polres Pandeglang, Banten menjelaskan kronologi kejadian penusukan Menko Polhukam Wiranto terjadi pada 10 Oktober 2019 sekitar pukul 11.55 Wib di Pintu Gerbang Lapangan Alun-alun Menes, desa Purwaraja, kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Ketika itu, rombongan hendak meninggalkan helly pad lapangan alun-alun Menes, namun secara tiba-tiba tersangka langsung melakukan penyerangan dan penusukan ke bagian perut Wiranto dengan senjata tajam berupa gunting secara membabi buta.

(Baca: Polisi Amankan Dua Tersangka Penusukan Menkopolhukam Wiranto)

Setelah mengalami serangan, Wiranto menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang bagian Unit Gawat Darurat. "Untuk Pak Wiranto ada dua tusukan di perut," kata Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang Firman dikutip dari Antara, hari ini.

Selain Wiranto, pihak medis memberikan perawatan kepada Kapolsek Menes Komisaris Polisi Dariyanto, ajudan Wiranto, Fuad dan dan seorang pegawai Universitas Mathla'ul Anwar. Setelah menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang, rencananya Wiranto akan dievakuasi ke Jakarta menggunakan helikopter.

Seperti dilaporkan sebelumnya, percobaan penusukan terjadi usai peresmian Gedung Kuliah Bersama Universitas Mathla'ul Anwar di Kampus Universitas Mathla’ul Anwar, Banten, pada hari ini.

Dari video yang beredar, tampak Wiranto berpakaian batik hijau-hitam keluar dari mobil dinas warna hitam. Wiranto hendak bersalaman dengan orang yang menunggunya.

Tiba-tiba ada pria tak dikenal membawa pisau berupaya menyerang Wiranto dari arah samping kiri. Orang-orang di sekitar Wiranto langsung melindunginya. Tampak Wiranto sempat terjatuh.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan