Harga Daging Ayam Naik, Inflasi Hingga Pekan Kedua Oktober Capai 0,04%

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

11/10/2019, 14.30 WIB

BI mencatat inflasi hingga pekan kedua Oktober 2019 antara lain disumbang kenaikan harga daging ayam.

bank indonesia, harga barang, inflasi
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, harga-harga barang dan komoditas hingga kini masih terkendali.

Bank Indonesia (BI) menyebut survei pemantauan harga (SPH) menunjukkan inflasi hingga pekan kedua bulan Oktober 2019 yakni sebesar 0,04% secara bulanan dan 3,15%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, harga-harga barang dan komoditas hingga kini masih terkendali. "Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga sedikit seperti daging ayam ras dan sebagainya," ujar Perry di Kompleks BI, Jumat (11/10).

(Baca: Chatib Basri : BPS Perlu Perluas Statistik ke e-Commerce)

Adapun komoditas yang mengalami inflasi yakni daging ayam ras 0,03%, serta tomat sayur dan rokok kretek masing-masing 0,01%. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi yakni cabai merah 0,06%, cabai rawit 0,03%, telor ayam ras 0,03%, serta bawang merah, tarif angkutan udara, serta jeruk masing-masing deflasi 0,01%.

Perkembangan harga pada pekan kedua ini tak berbeda jauh dari minggu pertama Oktober 2019. Sebelumnya, SPH BI yang dilakukan hingga pekan pertama Oktober 2019 mencatat terjadi inflasi sebesar 0,02% secara bulanan atau 3,1% secara tahunan.  

(Baca: BI Catat Aliran Modal Asing Tembus Rp 195 Triliun Hingga Awal Oktober)

Pada pekan lalu, terdapat kenaikan harga walaupun kecil pada sejumlah barang dan jasa pada pekan pertama Oktober. Secara rinci, kenaikan harga terjadi pada komoditas daging ayam sebesar 0,03% dan tomat sayur 0,01%. Sementara, cabai merah masih tercatat mengalami deflasi 0,07%, cabai rawit 0,03%, bawang merah 0,07%, serta ayam ras 0,03%. 

Meski terjadi inflasi, Perry menilai harga-harga masih terkendali jika dibandingkan deflasi yang terjadi di bulan September lalu. Dengan perkembangan harga yang terkendali dam masih rendah tersebut, Perry menilai tingkat inflasi masih akan sesuai target.

"Akhir tahun masih akan di bawah titik tengah sasaran inflasi di bawah 3,5% dan masih sejalan dengan perkiraan sebelumnya," katanya.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan