Luhut Sebut AS Siap Kucurkan Dana Rp 1,4 Triliun di Indonesia

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ratna Iskana

11/10/2019, 19.47 WIB

Luhut menyebut AS bakal mendanai proyek-proyek infrastruktur, hilirisasi, dan transportasi.

Luhut Binsar Panjaitan, Investasi
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia. Luhut menyatakan Amerika Serikat bakal menanamkan dana Rp 1,4 tirliun di Indonesia.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Amerika Serikat (AS) siap menanamkan dana senilai US$ 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun (kurs Rp 14 ribu per dolar AS) di Indonesia. AS bakal berinvestasi melalui Overseas Private Investment Corporation (Opic).

OPIC merupakan lembaga keuangan pembangunan pemerintah Amerika Serikat. OPIC tercatat memiliki dana hingga US$ 65 miliar.

Luhut mengatakan, ia telah berkomunikasi dengan Penasehat Senior Presiden AS Jared Kushner saat kunjungannya ke Negeri Paman Sam beberapa waktu yang lalu terkait rencana OPIC di Indonesia. "Saya sampaikan kepada Kushner kalau serius, bisa datang," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Kamis (11/10).

Pemerintah akan memaparkan rencana strategi dan menawarkan proyek yang bisa didukung oleh OPIC. Proyek tersebut terdiri dari infrastruktur, hilirisasi, dan transportasi.

(Baca: Daya Saing RI Turun, Luhut Sebut Akibat Ketidakpastian Ekonomi Global)

OPIC, lanjut Luhut, akan datang ke Indonesia pada 21 Oktober mendatang. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah akan mengajak OPIC untuk melihat langsung proyek yang disasar.

Lebih lanjut Luhut bercerita rencana AS berinvestasi diawali pertanyaan Kushner mengenai banyaknya investor Tiongkok di Indonesia. Kushner mengkhawatirkan Indonesia hanya mengutamakan investasi dari salah satu negara saja.

Namun, Luhut memastikan Indonesia tak mengutamakan satu negara. Banyaknya investor Tiongkok, menurutnya, terjadi lantaran Tiongkok menawarkan diri untuk investasi di Indonesia.

(Baca: Pengusaha Nilai Daya Saing RI Turun Akibat Kampanye Pemilu 2019)

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sepanjang Januari-Juni 2019, Singapura masih menjadi negara asal investasi terbesar. Namun kontribusi investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) dari Singapura menurun 31,96% dibandingkan periode sebelumnya, yaitu dari US$ 5,04 miliar pada Januari-Juni 2018 menjadi sebesar US$ 3,43 miliar pada Januari-Juni 2019.

Negara yang menempati posisi kedua sebagai investor terbesar di Indonesia adalah Jepang dengan nilai investasi US$ 2,36 miliar. Angka ini juga menurun 1,29% dari periode sebelumnya sebesar US$ 2,39 miliar. Sementara itu, Tiongkok berada di peringkat ketiga dengan nilai investasi ke Indonesia sebesar US$ 2,29 miliar. Daftar investasi asing di Indonesia sepanjang semester I 2019 bisa dilihat dalam Databoks berikut ini :

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan