AS Siapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki Terkait Serangan ke Suriah

Penulis: Desy Setyowati

14/10/2019, 09.42 WIB

Kementerian Luar Negeri Turki menegaskan bakal membalas setiap langkah yang melawan upayanya memerangi terorisme.

 AS menyiapkan sanksi ekonomi 'yang kuat' untuk Turki terkait serangan ke Suriah
ANTARA FOTO/REUTERS/Stoyan Nenov
Pemandangan bagian depan sebuah bangunan setelah terkena serangan mortir yang ditembakkan dari Suriah, di kota perbatasan Akcakale, provinsi Sanliurfa, Turki, Minggu (13/10/2019). AS menyiapkan sanksi ekonomi 'yang kuat' untuk Turki terkait serangan ke Suriah.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyiapkan sanksi ekonomi untuk Turki, karena terus menyerang Suriah utara. Presiden Donald Trump mengklaim, sanksi tersebut bersifat sangat kuat.

Trump sudah meminta Departemen Pertahanan AS, Pentagon untuk menarik pasukan di Suriah utara. “Menggunakan militer AS untuk menghentikan serangan Turki terhadap pejuang Kurdi—sekutu AS—tidak pernah menjadi pilihan,” demikian kata pejabat pertahanan dikutip dari Reuters, Senin (14/10).

Trump mengatakan bahwa Partai Republik dan Demokrat mendorong adanya sanksi untuk Turki. "Berurusan dengan @LindseyGrahamSC dan banyak anggota Kongres, termasuk Demokrat, tentang pemberlakuan sanksi yang kuat di Turki," kata dia melalui akun Twitter-nya, Minggu (13/10). Lindsey Graham merupakan senator dari Partai Republik.

Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya mengatakan, sanksi untuk Turki dikaji di semua tingkat pemerintah. Sanksi itu pun siap diberikan.

Sanksi ini merupakan bagian dari upaya Trump meminimalkan kritikan, setelah ia menarik pasukan dari Suriah utara. Sebab, beberapa pendukung Partai Republik menilai, Trump memberi ‘lampu hijau’ kepada Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk menyerang Kurdi.

(Baca: Bawa Keluarga ke Turki, Mantan Pegawai Kemenkeu Diduga Ikut ISIS)

Lindsey menilai, keputusan Trump memberikan sanksi ini cukup baik. "Keputusan yang baik oleh Presiden @realDonaldTrump untuk bekerja dengan Kongres, menjatuhkan sanksi yang melumpuhkan serangan Turki di Suriah," kata Graham, melalui akun Twitter-nya.

Pada Jum’at (11/10) lalu, Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan bahwa Trump setuju untuk memberikan sanksi baru yang disebut-sebut ‘sangat kuat’ untuk Turki. Pemerintah AS nampaknya ingin melemahkan perekonomian Turki.

Ia memang belum merinci sanksi yang mungkin diberikan kepada Turki. Namun, Mnuchin menegaskan bahwa sanksi itu siap diaktifkan kapan saja.

Perwakilan Eliot Engel, Ketua Demokrat dari Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan AS, dan Komite senior dari Republik Mike McCaul memperkenalkan kebijakan terkait sanksi kepada pejabat Turki yang terlibat dalam operasi di Suriah pada akhir pekan lalu. Hal ini juga berlaku bagi bank yang terlibat dengan sektor pertahanan Turki.

Namun, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan serangan ke Suriah adalah upaya untuk memerangi terorisme. Karena itu, Turki akan membalas setiap langkah yang bertujuan melawan upayanya itu. Pengumuman ini disampaikan pada Jumat lalu, sebagai tanggapan atas sanksi yang disiapkan AS.

(Baca: Presiden Turki Harap Pemangkasan Bunga Acuan Berlanjut)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan