Fintech DANA Optimistis Gaet 30 Juta Lebih Pengguna Akhir Tahun Ini

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Desy Setyowati

15/10/2019, 19.42 WIB

Pada April lalu, pengguna aktif DANA mencapai 15 juta.

DANA menargetkan 30 juta pengguna pada akhir tahun ini
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi DANA di acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center,  Jakarta (23/9). DANA menargetkan 30 juta pengguna pada akhir tahun ini.

Perusahaan teknologi finansial (fintech) pembayaran, PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA) menargetkan bisa menggaet lebih dari 30 juta hingga akhir tahun ini. Jumlah itu meningkat signifikan dibanding April lalu yang sebanyak 15 juta.

"Kami jauh lebih agresif dari itu (30 juta pengguna hingga akhir tahun)," ujar CEO DANA Vincent Iswara saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/10).

Ia menilai, pasar fintech pembayaran di Indonesia masih sangat besar. Hal itu terlihat dari survei DANA terhadap 757 responden, mayoritas pernah menggunakan dompet digital. Rinciannya, 69,49% responden di Bandung sudah pernah memanfaatkan dompet digital. Begitu juga dengan responden di Jakarta (65,9%), Yogyakarta (63,8%), dan Surabaya (37,5%). 

Lalu, mayoritas dari total responden 1.046 pernah berbelanja di e-commerce. Rinciannya, Bandung (85,9%), Jakarta (82,8%), Yogyakarta (81,3%), dan Surabaya (76,9%). Survei ini dilakukan selama Mei hingga Juli 2019.

Sedangkan, menurutnya e-commerce merupakan salah satu penggerak ekonomi digital di Indonesia saat ini. “Perkiraan nilai transaksinya mencapai US$ 4,45 triliun pada 2021," kata dia.

(Baca: Naik 50% Sejak Awal Tahun, DANA Gaet 15 Juta Pengguna Aktif)

Untuk memperluas penggunaan (usecase) dompet digitalnya, DANA fokus bekerja sama dengan banyak perusahaan. Kali ini, DANA menggandeng JNE.

Pelanggan dapat melakukan pembayaran di tempat (Cash On Delivery/COD) melalui aplikasi DANA. "Ini kan baru awal kerja sama, nantinya akan jauh lebih banyak dan lebih erat lagi karena benar-benar untuk membangun ekosistem perdagangan baru," kata dia.

Presiden Direktur JNE M Feriadi menambahkan, perusahaannya terus melakukan inovasi dan mengembangkan layanan berbasis digitalisasi. "Kerja sama ini akan mendorong perkembangan e-commerce karena mendukung bisnis pelaku usaha UMKM," katanya.

Deputi Direktur E-commerce dan Partnership Mayland Hendar Prasetyo menilai, kerja sama tersebut bakal menggeser pengguna JNE yang sebelumnya didominasi oleh ibu-ibu menjadi milenial dan pengusaha UMKM.

"Dulu kan kebanyakan penggunanya untuk ibu-ibu atau orang tua yang akan mengirimkan barang untuk anaknya yang kuliah di luar kota, sekarang kaum milenial dan pelaku UMKM lebih banyak," kata dia.

Saat ini, penggunaan dompet digital berkontribusi 70% terhadap transaksi JNE. Secara keseluruhan, transaksi JNE tumbuh 25%-30% setiap tahunnya.

(Baca: Satu Tahun Beroperasi, DANA Capai 10 Juta Anggota Aktif )

(REVISI: Artikel ini mengalami perubahan pada Selasa, 22 Oktober 2019, pukul 16.30 WIB, pada bagian judul dan paragraph kedua)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan