Harga Minyak Anjlok Hampir 2% di Tengah Keraguan Kesepakatan Dagang

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ekarina

15/10/2019, 08.53 WIB

Harga minyak mentah berjangka jenis Brent ditutup pada US$ 59,35 per barel, merosot US$ 1,16, atau 1,92%.

Harga minyak turun hampir 2% pada perdagnagan Selasa (15/10) waktu Indonesia
Katadata
Harga minyak turun hampir 2% pada perdagnagan Selasa (15/10) waktu Indonesia.

Harga minyak mentah dunia turun hampir 2% pada perdagangan Selasa (15/10) waktu Indonesia. Penurunan dipicu oleh kekhawatiran permintaan minyak mentah dunia tetap di bawah tekanan, sejalan dengan adanya keraguan kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.

Dilansir dari Reuters, harga minyak mentah berjangka jenis Brent ditutup pada US$ 59,35 per barel, merosot US$ 1,16, atau 1,92%. Sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate menetap di US$ 53,59 per barel, turun US$ 1,11 atau 2,03%.

AS dan Tiongkok pada Jumat (11/10) telah merampungkan kesepakatan perdagangan tahap pertama serta menangguhkan kenaikan tarif pekan ini. Hal ini langsung membuat Brent dan WTI naik lebih dari 3% pekan lalu, sekaligus menandakan kenaikan mingguan pertama sejak 20 September 2019. 

(Baca: OPEC Janji Stabilkan Pasar, Harga Minyak Dunia Terkerek Naik Hampir 2%)

Namun optimisme negosiasi perdagangan nampaknya belum sepenuhnya tercapai. Pasalnya, Tiongkok memberi sinyal meminta negosiasi lebih lanjut. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin juga menegaskan tarif impor terhadap barang asal Tiongkok masih akan tetap berlaku hingga 15 Desember jika kesepakatan belum tercapai.

Adapun sentimen positif  pekan lalu sebagian datang karena AS mengumumkan bakal mengirim pasukan ke Arab Saudi pasca-serangan kapal tanker minyak Iran di Laut Merah.

Harga minyak ikut terseret, lantaran kekhawatiran peningkatan eskalasi konflik Timur Tengah dapat mempengaruhi output atau ekspor Irak. 

Namun, Menteri energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengatakan eksportir minyak tetap berkomitmen terkait pengurangan produksi global dalam kesepakatan antara OPEC dan  negara sekutu produsen minyak atau OPEC +.

(Baca: Sempat Naik Efek Ledakan Kapal Iran, Harga Minyak Dunia Hari Ini Turun)

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan