Indonesia Kendaraan Terminal Tunjuk Salusra Wijaya Jadi Plt Dirut

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Happy Fajrian

15/10/2019, 18.40 WIB

Salusra menggantikan Chiefy Adi Kusmargono yang ditunjuk menjadi dirut PT Jasa Armada Indonesia Tbk.

indonesia kendaraan terminal, ipc car terminal, plt dirut, salusra wijaya
Arief Kamaludin | Katadata
Ilustrasi. Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) menunjuk direktur kepatuhan Salusra Wijaya untuk menjadi pelaksana tugas (Plt) direktur utama IKT. Perubahan ini dipastikan tidak akan mempengaruhi bisnis perusahaan.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk atau IPC Car Terminal (IPCC) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa (15/10). Dalam RUPSLB tersebut disepakati Direktur Kepatuhan Salusra Wijaya merangkap jabatan sebagai Dirut PLT IPCC.

Salusra menjelaskan penunjukan dirinya sebagai Plt Dirut untuk mengisi kekosongan jabatan, karena dirut sebelumnya yakni Chiefy Adi Kusmargono telah ditunjuk oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk menjabat sebagai Direktur Utama di PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM).

"Tidak ada perubahan, cuma murni peralihan tugas Direktur Utama Chiefy Adi menjadi Dirut IPCM," kata Salusra saat ditemui di Gedung BEI, Selasa (15/10).

Namun, pihaknya menjelaskan RUPS penunjukan Dirut yang baru akan segera dilaksanakan, usai Kementerin BUMN selaku pemegang saham ultimate share holder menentukan orang yang akan mengisi jabatan tersebut.

(Baca: Anak Usaha Pelindo II Lepas 28% Saham ke Publik)

Salusra menjelaskan meski belum ada penunjukan Dirut secara definitif, namun bisnis perusahaan tetap berjalan normal. Saat ini perseroan tengah fokus menambah volume arus kendaraan CBU (complete build up) baik internasional maupun domestik.

"Kami fokus untuk memberikan kualitas pelayanan yang lebih bagus, agar produsen mobil bisa menempatkan kendaraannya ditempat kami," ujarnya.

Adapun pada semester I 2019 laba bersih tercatat sebesar Rp90,57 miliar atau turun 4,5% dibandingkan perolehan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar sebesar Rp94,87 miliar.

Sedangkan pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 228,7 miliar atau turun 8,62% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu (year on year/yoy) yakni Rp 250,27 miliar. Hal tersebut disebabkan oleh pendapatan di segmen jasa terminal yang lebih rendah 8,9% yoy menjadi Rp 212,72 miliar.

(Baca: Roadshow ke Sejumlah Negara, IKT Bidik Investor Strategis)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan