Meski Neraca Dagang Defisit, IHSG Naik 0,51% Dipimpin Industri Dasar

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

15/10/2019, 17.38 WIB

Neraca dagang September defisit setelah pada Agustus surplus sebesar US$ 85 juta.

ihsg hari ini, ihsg naik, industri dasar, neraca perdagangan
ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO
Layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa ditutup naik 0,51% ke level 6.158,16. Saham-saham sektor industri dasar memimpin kenaikan IHSG hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (15/10) ditutup naik sebesar 0,51% menjadi berada di level 6.158,16. Laju indeks dalam negeri bisa ditutup positif karena masih terdampak oleh sentimen positif perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, pengaruh dari meredanya tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok masih menjadi sentimen positif untuk pasar. "Market mengapresiasi kesepakatan dagang antara AS dengan Tiongkok," kata Nafan kepada Katadata.co.id, Selasa (15/10).

Meski ditutup naik, laju IHSG sepanjang hari ini berfluktuasi. Mengawali dari zona hijau, IHSG lebih banyak bergerak di zona merah dan ditutup terkoreksi tipis 0,03% menjadi berada di level 6.124,98 pada sesi I. Baru pada sesi II IHSG bangkit hingga penutupan perdagangan.

Fluktuatifnya laju IHSG pada hari ini, menurut Nafan karena ada sentimen negatif dari dalam negeri. "Data neraca perdagangan RI yang mengalami defisit menekan kinerja IHSG pada hari ini," kata Nafan.

(Baca: Jelang Rilis Neraca Perdagangan, IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat)

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada September 2019 defisit sebesar US$ 160 juta. Defisit September lebih dalam dibandingkan periode Agustus yang mencatatkan surplus US$ 85 juta. Defisit tersebut terutama disebabkan kinerja ekspor yang turun, sementara impor mulai meningkat.

Kinerja ekspor pada September tercatat sebesar US$ 14,1 miliar turun 1,21% dibanding bulan sebelumnya atau 5,74% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, impor pada September tercatat masih meningkat 0,63% dibandingkan bulan sebelumnya atau turun 2,41% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Data Perdagangan Hari ini

Data perdagangan hari ini, volume saham yang diperdagangkan sebanyak 15,7 miliar saham, dengan nilai transaksi hingga Rp 8,6 triliun, dan dengan frekuensi 540 ribu kali. Sebanyak 214 saham tercatat berada di zona hijau, sedangkan saham yang terkoreksi sebanyak 180 saham, sementara saham yang stagnan sebanyak 153 saham.

Secara indeks sektoral, sektor industri dasar menjadi penopang penguatan IHSG hari ini karena sektor itu ditutup naik hingga 2,81%. Beberapa saham yang menopang kenaikan sektor ini seperti Chandra Asri Petrochemical (TPIA) yang naik 1,39% menjadi Rp 9.125 per saham.

(Baca: Sukses Jual 3.100 Menara, Saham Indosat Melonjak 20% dalam 2 Hari)

Selain itu Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) naik 3,64% menjadi Rp 5.700 per saham, serta Barito Pacific (BRPT) naik 2,73% menjadi Rp 940 per saham. Lalu, Semen Indonesia (SMGR) naik 2,07% menjadi Rp 12.350 per saham. Indocement Tunggal Prakasa (INTP) ditutup naik 3,42% menjadi Rp 19.600 per saham.

Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) bahkan naik 11,55% menjadi Rp 7.000 per saham. Sedangkan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) ditutup naik 7,30% menjadi Rp 10.650 per saham, serta Japfa (JPFA) juga ditutup naik 1,89% menjadi Rp 1.615 per saham.

Tercatat pula, investor asing melakukan aksi jual bersih pada seluruh pasar dengan nilai jual bersih Rp 643,31 miliar. Jual bersih tersebut disumbang oleh investor asing di pasar reguler dengan nilai jual bersih Rp 572,15 miliar. Sedangkan di pasar negosiasi dan pasar tunai jual bersih senilai Rp 71,16 miliar.

Indeks di bursa-bursa Asia lainnya ditutup bervariasi. Bursa Nikkei 225 Index ditutup menguat 1,87%. Namun, beberapa lainnya ditutup terkoreksi seperti Hang Seng Index ditutup turun 0,07%, Shanghai Composite Index turun 0,56%, dan Strait Times Index juga tercatat turun 0,31%.

(Baca: IHSG Berhasil Naik Meski Investor Asing Jual Bersih Saham Rp 383 M)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan