Pemilik Jaringan Resto Platinum dan Baso Malang Kaji IPO Rp 2 Triliun

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Ekarina

16/10/2019, 10.30 WIB

Pemilik jaringan restoran Gokana Ramen & Teppan ini didukung oleh perusahaan ekuitas swasta Indonesia.

Perusahaan jaringan restoran Champ Resto dikabarkan tengah mengkaji rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO)
Gokanaresto.com
Perusahaan jaringan restoran Champ Resto dikabarkan tengah mengkaji rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO)

Perusahaan jaringan restoran Champ Resto dikabarkan tengah mengkaji rencana  penawaran umum saham perdana ke publik (initial public offering/IPO) dengan target perolehan dana US$ 150 juta atau Rp 2,1 triliun. Aksi korporasi tersebut kemungkinan digelar pada kuartal I 2020. 

Dikutip dari laman Bloomberg , Selasa (15/10), pemilik jaringan restoran Gokana Ramen & Teppan ini didukung oleh perusahaan ekuitas swasta Indonesia, seperti Capsquare Asia Partners, serta bekerja sama dengan para penasihat mengenai rencana penjualan saham perdana. 

Pembahasan pertimbangan itu tengah berlangsung, namun belum ada kepastian lebih lanjut terkait proses IPO. Adapun pihak Champ Resto dan Capsquare sampai saat ini belum memberikan komentar perihal rumor tersebut.

(Baca: Lion Air Bakal IPO, Seberapa Menarik Sahamnya?)

Champ Resto didirikan pada tahun 1997 di Bandung, Jawa Barat. Selain Gokana Ramen & Teppan, perusahaan restoran lainyang beroperasi di bawah  jaringan bisnis perseroan yakni  Raa Cha Suki & BBQ, Gobic, BMK Baso Malang Karapitan, BMK Baso Mie Kopi, Platinum dan Chopstix.

Emiten jaringan restoran yang sebelumnya juga telah melakukan IPO adalah PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK). Pemilik restoran The Duck King ini melepas 513,3 juta saham ke publik atau setara dengan 40% dari modal ditempatkan dengan perolehan dana Rp 259 miliar pada tahun lalu.

(Baca: BEI Sebut 31 Perusahaan Bakal Gelar IPO Hingga Akhir Tahun Ini)

Dari dana tersebut, sekitar 80% akan dialokasikan perusahaan untuk menopang ekspansi bisnis, membuka gerai baru, dan merenovasi gerai yang ada. Adapun 20% sisanya, dana IPO tersebut akan dipakai untuk mendukung modal kerja.

"Ada beberapa gerai baru yang akan dibuka pada sejumlah kota besar di Indonesia antara lain di Jawa, Bali, Sulawesi dan Kalimantan. Selain itu, kami juga akan berekspansi ke luar negeri dengan menyasar pasar di Vietnam, Kamboja, dan Myanmar," kata Direktur DUCK Dewi Tio di Gedung BEI, Rabu (10/10).

Perusahaan saat ini beroperasi dengan membawahi tiga merek restoran utamanya, yaitu The Duck King, Fook Yew, dan Panda Bowl, serta tujuh sub-merek dari The Duck King untuk menangkap permintaan di segmen konsumen kelas menengah yang sedang tumbuh di Indonesia

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan