Fintech Akulaku Berfokus Tawarkan Pinjaman Kendaraan di Jawa

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

17/10/2019, 18.05 WIB

Akulaku juga tengah mengembangkan produk pembiayaan untuk UMKM.

Fintech Akulaku bakal berfokus menawarkan pinjaman kendaraan (car loan) di Jawa terlebih dulu
Instagram/@akulaku_id
Ilustrasi, Director of Corporate Affairs and Public Relations Akulaku Indonesia Anggie Setia Ariningsih (paling kanan). Fintech Akulaku bakal berfokus menawarkan pinjaman kendaraan (car loan) di Jawa terlebih dulu.

Perusahaan teknologi finansial di bidang pinjam-meminjam (fintech lending) Akulaku meluncurkan produk pinjaman untuk kendaraan bermotor (car loan) pada Juli lalu. Startup ini berfokus menawarkan layanan itu untuk konsumen yang berdomisili di Jawa terlebih dulu.

Marketing Manajer Akulaku Gea Murkan mencatat, sudah ada 70 peminjam yang mengunakan layanan car loan ini. Mereka rerata tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Selain Jabodetabek, perusahaan ingin fokus menyasar pasar di Jawa. “Kami akan masuk wilayah ini pada Semester I 2020,” kata dia di Jakarta, Kamis (16/10). Hanya, ia tidak merinci tentang potensi pasar di wilayah ini.

Ia hanya menjelaskan bahwa peminjam bisa mendapat pinjaman Rp 20 juta hingga Rp 500 juta. Bunga yang ditawarkan sekitar 12% per tahun bersifat tetap (flat). Jangka waktu pinjamannya mulai dari satu hingga lima tahun. 

(Baca: Akulaku Bakal Rilis Kredit UMKM dan Kendaraan Akhir 2019)

Saat ini, proses pengajuan pinjaman untuk kendaraan ini masih dilakukan secara manual. Konsumen harus datang ke kantor pusat Akulaku di Kelapa Gading atau Ciledug dengan membawa persyaratan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), surat Pajak bumi dan bangunan (PBB), bukti penghasilan konsumen, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Selanjutnya, tim perusahaan bakal melakukan survei ke rumah konsumen untuk melakukan analisis kredit. Setelah pengajuan pinjaman disetujui, maka perusahaan bakal mengambil BPKB konsumen sebagai agunan alias jaminan. 

Setelah itu, dana pinjaman bakal dicairkan kepada konsumen. Untuk pembayaran pinjaman, konsumen dapat melakukan angsuran secara bulanan sampai dengan kesepakatan waktu pelunasan.

(Baca: Akulaku akan Akuisisi Bank Yudha, OJK: Belum Terima Laporan)

Pembayaran angsuran pun masih melalui transfer ke rekening bank swasta. Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan layanan yang memungkinkan peminjam membayar secara online dan ditarget bisa dirilis pada 2020.

"Kami masih mengkaji siapa (perusahaan) yang tepat, siapa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat," kata Gea. Saat ini, perusahaan juga tengah mengembangkan produk pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Secara keseluruhan, Akulaku telah menyalurkan pinjaman hingga lebih dari Rp 4 triliun per September 2019. Pinjaman itu disalurkan kepada lebih dari tiga juta peminjam (borrower).

(Baca: Akulaku Masuk, Bank Bhakti Yudha Bakal Kolaborasi Teknologi)

 

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan