Sempat Menguat, Harga Minyak Kembali Turun Terseret Data Pasokan AS

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ekarina

17/10/2019, 08.35 WIB

Analis memperkirakan, persediaan minyak mentah AS naik sekitar 2,8 juta barel.

Ilustrasi kilang minyak. Menurut laporan mingguan American Petroleum Institute, persediaan minyak mentah AS hingga 11 Oktober naik menjadi 432,5 juta barel.
KATADATA
Ilustrasi Kilang Minyak. Menurut laporan mingguan American Petroleum Institute, persediaan minyak mentah AS hingga 11 Oktober naik menjadi 432,5 juta barel.

Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (17/10) dipicu oleh data persediaan minyak Amerika Serikat (AS). Padahal sebelumnya, harga mengalami kenaikan seiring komitmen pembatasan pasokan pada Desember mendatang dari negara OPEC dan sekutunya. 

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka jenis Brent turun 47 sen, menjadi US$ 58,99 per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate turun 51 sen menjadi US$ 52,85.

Menurut laporan mingguan American Petroleum Institute,  persediaan minyak mentah AS hingga 11 Oktober naik menjadi 432,5 juta barel. Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman naik 1,6 juta barel. Adapun data stok pemerintah AS akan dirilis Kamis ini. 

(Baca: OPEC Janji Stabilkan Pasar, Harga Minyak Dunia Terkerek Naik Hampir 2%)

Analis memperkirakan persediaan minyak mentah AS naik sekitar 2,8 juta barel minggu lalu. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) serta sekutunya (OPEC+) bertemu pada 5-6 Desember di Wina untuk meninjau kebijakan ekspor. 

Pelaku pasar meyakini, OPEC + dapat memutuskan untuk memperpanjang pemangkasan produksi. "Pelaku pasar  menunggu sampai permintaan dunia mengejar pasokan," kata, Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.

(Baca: Kekhawatiran Perang Dagang Mereda, Harga Minyak Dunia Naik Tipis)

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan pengurangan produksi yang lebih dalam merupakan pilihan.

Pada Selasa lalu, ia juga mengatakan OPEC akan melakukan apa yang bisa dilakukan dengan produsen sekutu untuk mempertahankan stabilitas pasar minyak setelah 2020. Sebelumnya dikabarkann, OPEC, Rusia dan produsen lain telah sepakat untuk memangkas produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari hingga Maret 2020.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan