Sumur Metro Hasilkan Dry Hole, Lapindo Pertimbangkan Lanjut ke Pendopo

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Happy Fajrian

17/10/2019, 15.47 WIB

Sumur Metro dan Pendopo terdapat di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa TImur.

lapindo brantas. sumur metro, jombang, dry hole
Katadata
Ilustrasi eksplorasi migas. Pengeboran sumur ekplorasi di sumur Metro oleh Lapindo Brantas menghasilkan dry hole atau tidak menemukan cadangan migas yang ekonomis untuk dikembangkan.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Lapindo Brantas Inc telah merampungkan pengeboran sumur ekplorasi di sumur Metro di Jombang, Jawa Timur dengan hasil dry hole atau tidak menemukan cadangan migas yang cukup ekonomis untuk dikembangkan.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menyebut dari sisi tekanan hasil pengeboran yang telah dilakukan, kontraktor telah mendapatkan indikasi petroleum system. Namun demikian, menurutnya hasil catatan tersebut terindikasi menemukan dry hole.

"Hal ini menjadi pertimbangan kembali di internal Lapindo untuk melanjutkan ke sumur selanjutnya yaitu Pendopo," kata Julius kepada Katadata.co.id, Kamis (17/10).

Padahal sebelumnya Lapindo Brantas juga akan melakukan pengeboran sumur eksplorasi sumur Pendopo di wilayah Jombang. Hal tersebut dilakukan guna peningkatan produksi cadangan migas perusahaan.

(Baca: Lapindo Targetkan Pengeboran 7 Sumur di Lapangan Tanggulangin)

Selain itu Lapindo juga menargetkan pengeboran tujuh sumur pengembangan di Lapangan Tanggulangin. Dari target yang dicanangkan perusahaan tersebut telah berhasil merampungkan pengeboran tiga sumur pengembangan.

"Sementara empat sumur berikutnya sedang dipersiapkan dan melakukan postmortem serta update reserve setelah tiga sumur tadi terlebih dahulu," kata Julius.

Adapun saat ini menurut Julius produksi Blok Brantas hingga Oktober ini sekitar 24,7 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Dengan adanya pengeboran sumur pengembangan yang sudah dilakukan perusahaan didapatkan tambahan produksi 3 MMSCFD.

"Kontribusi gas dari pengeboran sampai dengan saat ini baru 3 MMSCFD. Yearly average potensi tambahannya 7 MMSCFD," kata Julius.

(Baca: Tingkatkan Cadangan, 7 Sumur Eksplorasi Migas akan Dibor Hingga Maret)

Lapindo Brantas merupakan anak usaha PT Energi Mega Persada Tbk (EMP). Pada Maret 2004, EMP mengakuisisi Kalila Energy Ltd dan Pan Asia Enterprise yang memiliki 100% saham Lapindo Brantas.

Sementara Lapindo sendiri memegang 50% pengelolaan Blok Brantas. Pada Juli 2007, EMP memisahkan Lapindo Brantas, Kalila Energy dan Pan Asia Enterprise dari laporan keuangan perusahaan.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan