Banyak Kendala, PHE Turunkan Target Investasi Menjadi US$ 366 Juta

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

18/10/2019, 14.30 WIB

Awalnya, PHE menargetkan investasi US$ 455 juta. Namun target direvisi karena keterbatasan rig dan perubahan rencana pengeboran sumur.

Pertamina Hulu Energi
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Meidawati menyatakan target investasi tahun ini direvisi dari US$ 445 juta menjadi US$ 366 juta.

Pertamina Hulu Energi (PHE) terpaksa merevisi target investasi tahun ini menjadi US$ 366 juta. Awalnya, anak usaha Pertamina tersebut menargetkan investasi 2019 sebesar US$ 445 juta.

Direktur Utama PHE Meidawati mengaku perubahan target investasi tersebut sudah mendapat persetujuan dari Menteri BUMN Rini Soemarno. Adapun, perubahan target investasi karena menghadapi kendala pengeboran sumur migas.

Salah satunya terkait keterbatasan rig untuk pengeboran sumur. Perusahaan pun harus mengubah rencana pengeboran sumur menjadi reparasi sumur atau kerja ulang pindah lapisan (KUPL) yang akhirnya berpengaruh pada capaian investasi tahun ini.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, PHE mencatat hanya mampu mengebor satu sumur eksplorasi dari target periode sebanyak 11 sumur. Untuk realisasi pengeboran pengembangan hanya mencapai 31 sumur dari target periode sebanyak 35 sumur. Sedangkan realisasi kerja ulang bisa mencapai 36 sumur atau lebih tinggi dari target sebanyak 34 sumur.

(Baca: Pertamina Temukan Potensi Cadangan Minyak Baru di Blok Siak)

Selain itu, PHE telah merealisasikan seismik 2D sepanjang 2.201 kilometer, jauh lebih tinggi dari target rata-rata sepanjang 819 km. Sedangkan seismik 3D telah mencapai sepanjang 45 km2 dari target sebesar 190 km2. 

Hingga akhir tahun, Meidawati memproyeksi penyerapan investasi setidaknya dapat mencapai 90 persen dari target. "Perkiraaan sampai akhir tahun akan terserap 90 persen sampai 93 persen," kata dia.

Di sisi lain, perusahaan mencatat realisasi produksi minyak siap jual atau lifting perusahaan per September 2019 mencapai 77.670 barel minyak per hari (BOPD) atau di atas target periode sebesar 76.061 BOPD.  Sedangkan untuk penyaluran gas per September sebesar 588 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau di atas target rata-rata periode sebesar 557 MMSCFD.

Adapun penyumbang produksi terbesar bagi perusahaan berasal dari Blok Jambi Merang dan Blok Tomori. "Pencapaian Januari-September semua di atas target," ujar Meidawati.

(Baca: Belum Ada Keputusan, Blok Jabung Jadi Rebutan Pertamina dan Petrochina)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan