Bukalapak Tanggapi Kabar Didorong Alibaba Merger dengan Lazada,

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Ratna Iskana

18/10/2019, 20.57 WIB

Tidak hanya Bukalapak, Lazada juga membantah isu tersebut. Bahkan, investor Lazada, Alibaba, ikut membantah rumor terkait merger kedua e-commerce.

Bukalapak
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Ilustrasi, karyawan menunjukkan aplikasi Bukalapak. Bukalapak membantah bakal merger dengan Lazada.

Bukalapak dikabarkan bakal merger dengan Lazada. Investor Lazada, Alibaba, bahkan disebut-sebut mendukung rencana penggabungan perusahaan marketplace dan e-commerce tersebut. 

Hingga Agustus 2019, Bukalapak tercatat memiliki lebih dari dua juta pedagang offline yang disebut mitra Bukalapak. Mitra berupa warung dan wirausaha mandiri ini sudah hadir di 477 dari 514 kota dan kabupaten di Indonesia. E-commerce tersebut pun menargetkan bisa merangkul 2,5 juta warung dan wirausaha mandiri tahun ini.

Adapun Lazada tercatat memiliki 50 juta pengguna aktif tahunan di Asia Tenggara per Agustus 2019. Order melalui platform mereka pun meningkat tiga kali lipat dibanding tahun lalu. Selain itu, jumlah penjual di platform Lazada tumbuh 148% secara tahunan. 

Namun Bukalapak membantah kabar tersebut. "Kami bahkan tidak mengetahui hal-hal di atas. Sepengetahuan kami, kami belum pernah melakukan pembicaraan mengenai masalah ini," ujar juru bicara Bukalapak seperti dikutip dari DealStreetAsia, Kamis (18/10).

Salah seorang juru bicara Grup Lazada pun mengatakan hal yang serupa. "Tidak ada kebenaran rumor itu," ujarnya.

Selain itu, DealStreetAsia juga telah berusaha menghubungi Alibaba untuk mengonfirmasi isu merger kedua e-commerce tersebut. "Rumor itu tidak benar," ujar salah seorang juru bicara Alibaba.

(Baca: Bukalapak Buka Peluang Catatkan Saham di Empat Bursa Dunia)

 

Lazada menyediakan beragam fitur dan layanan untuk meningkatkan pesanan. Di antaranya LazGame, LazMall, Lazada Live Streaming, dan sebagainya. Perusahaan e-commerce ini juga menawarkan layanan logistik sendiri dan pembayaran yang disebut Lazada Wallet.

Perusahaan ini juga berfokus menyediakan layanan pemesanan dan pengiriman barang lintas negara (cross-border). Lazada mencatat, transaksi lintas negara ini tumbuh 4,6 kali lipat atau 460 % sejak 2016.

(Baca: Shopee dan Lazada Cetak Rekor di Pesta Belanja Online 9.9)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan