Menaker: Pembangunan Ketenagakerjaan Butuh Sinergi Pusat dan Daerah

Tim Publikasi Katadata

18/10/2019, 16.15 WIB

Perubahan di sektor ketenagakerjaan yang masif yang terjadi selama ini membutuhkan pemikiran serta terobosan inovatif dalam pembangunan ketenagakerjaan.

KEMNAKER
Katadata

Tangerang -- Perubahan di sektor ketenagakerjaan yang masif yang terjadi selama ini membutuhkan pemikiran serta terobosan inovatif dalam pembangunan ketenagakerjaan. Itu sebabnya, pemerintah pusat dan daerah dituntut agar terus saling bersinergi agar implementasi semua program kerja dan kebijakan berjalan baik. Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri saat memberikan arahan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Ketenagakerjaan Tahun 2020 dengan tema “Membangun Sinergitas Ekosistem Ketenagakerjaan” di Tangerang, Banten, Kamis, 17 Oktyober 2019.


Hanif menyampaikan rapat koordinasi bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan pemerintah provinsi dalam rangka pelaksanaan program pembangunan ketenagakerjaan. Program tersebut dibiayai melalui Dana APBN dan APBD 2020.

 

Menaker Hanif memandang perlunya perhatian baik dari pemerintah pusat dan daerah terkait empat isu ketenagakerjaan ini.


Pertama, ekosistem ketenagakerjaan. Menurut Hanif, kondisi ekosistem ketenagakerjaan masih kaku sehingga berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang tersendat. Ini juga merupakan salah satu penghambat masalah investasi di Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, perlu adanya sinergi responsif, baik dari pusat maupun daerah, agar penciptaan pekerjaan bisa terus tumbuh.

 

Kedua, pengembangan skill. Selama ini ada ketidaksesuaian skill yang ada di pasar kerja dengan kebutuhan industri. Untuk mengatasi ketidaksesuaian ini, dibutuhkan kolaborasi partisipasi dunia usaha. Selain itu, juga perlu mendorong daerah agar berpartisipasi lebih aktif dan berkolaborasi dengan pusat untuk membatu proses link and match.

Ketiga, ekosistem kewirausahaan agar tenaga kerja bisa masuk ke pasar kerja dan bisa berwirausaha, antara lain dengan memberikan ruang bagi para milenial untuk pelatihan kewirausahaan dan upaya membangun penguatan sinergi dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Selain itu, perlu terus mengembangkan platform digital yang selama ini membantu pemasaran produk UMKM.

 

Keempat, ekosistem inovasi. Peran pemerintah daerah sangat penting bagi kelompok milenial yang kreatif dan produktif atau talenta lokal di daerahnya masing-masing. Pemerintah daerah dituntut untuk terus mendukung perkembangan industri kreatif dan talenta lokal tersebut.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Khairul Anwar menyampaikan, semangat yang diusung dalam rapat koordinasi ini adalah semangat untuk membangun sinergitas antara pusat dan daerah dalam pelaksanaan program-program ketenagakerjaan. Dari kegiatan ini diharapkan terbentuk sebuah ekosistem ketenagakerjaan yang memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.

Kementerian Ketenagakerjaan

Kementerian Ketenagakerjaan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Artikel Terpopuler